Advertisement

LENSAINDONESIA.COM:  Sekitar 41 persen kekayaan Indonesia, setiap tahun hilang dikeruk negeri asing. Total nominalnya mencapai USD 100 miliar atau setara 1.000 triliun rupiah per tahun.

Pernyataan itu diungkapkan Tokoh Nasional Prabowo Subiyanto, di hadapan puluhan rektor perguruan tinggi regional se-Jawa Tengah, di gedung Prof Shudarto Universitas Diponegoro, beberapa waktu lalu.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerinda ini, juga mengungkapkan sesuai catatan lembaga  tesis yang dimilikinya, beberapa sumber kekayaan negara yang hilang di sektor industri, sumber daya alam dan tambang mineral, minyak gas dan bumi (Migas), nikel, baja dan timah.

“Hampir dua pertiga kekayaan negara, dinikmati bangsa lain. Inilah menjadi tantangan bangsa yang merdeka dan berdaulat, untuk bersama-sama mengembalikan kemerdekaan seutuhnya“ terangnya.

Sisa kekayaan negara ini masih tersisa kurang 7 tahun lagi dan bisa hilang, bila tidak terselamatkan. Contoh, sektor Migas.

Saat ini penerimaan negara dari sektor minyak dan gas bumi tanpa olahan, mencapai USD 100 per barrel atau 700 per tone. Jika dalam bentuk olahan nilainya bisa mencapai 40 persen lebih tinggi.

“Bisa dibayangkan, bagaimana negara ini mewujudkan kesejahteraan rakyat yang sebenar-benaranya. Jika kita tidak berani masuk dalam politik yang dianggap buruk ini, maka kita akan berenang di dalam air keruh untuk membersihkannya,” pungkas dia.

Maka dari itu, dia bertekad bulat akan membangun sistem ekonomi yang berazaskan kekeluargaan, sesuai yang termaktub dalam amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat 1, 2, dan 3, sebagai platform Partai Gerinda mengembalikan kekayaan negara tersebut.@nur_sholikin