LENSAINDONESIA.COM:  Sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pilgub Jawa Timur 2013, kembali digelar Mahkamah Konstitusi (MK) pada Senin (30/9/2013) dengan sejumlah saksi dari pihak pemohon.

Munir, Salah satu saksi membeberkan kesaksian terkait paksaan untuk mencoblos pasangan incumbent. Dia dipaksa oleh orang yang mengaku sebagai anggota KPPS TPS 14, Wahid dan Usman, agar mencoblos pasangan urut nomor satu, sebanyak 50 kali di TPS 14, Desa Turjan, Kokop, Bangkalan.

Tapi, hal itu langsung dibantah oleh saksi-saksi yang diajukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur. Ketua KPU Jatim, Andry Dewanto Ahmad saat dikonfirmasi LICOM membenarkan, bahwa kesaksian dari pihak BerKah dibantah langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Bangkalan, Fauzan Djakfar.

Dari hasil pemeriksaan data, tidak ada namaya Wahid dan Usman sebagai anggota KPPS. “Tidak ada anggota KPPS TPS 14 Desa Turjen yang bernama Wahid dan Usman. Ini berdasarkan form C 1 di TPS 14, nama keduanya tidak ada,” ujar Andry menirukan kesaksian Ketua KPU Kabupaten Bangkalan.

Selain saksi, KPU Jatim juga menyertakan bukti-bukti otentik selama Pilgub berlangsung. Sementara, pihak terkait yakni KarSa yang juga ikut menghadiri sidang gugatan di MK, juga tak mau kalah. Dituding melakukan penyelewengan dana APBD Jatim untuk keperluan kampanye, KarSa mendatangkan saksi untuk membantahnya.

Wakil Ketua DPRD Jatim, Soenaryo menyebutkan, bahwa proses penyusunan, pembuatan RAPBD sampai ditetapkan menjadi APBD, semuanya sudah sesuai peraturan dan digodok di DPRD.

Karena seluruhnya berproses di DPRD, maka penggelembungan maupun pemanfaatan APBD tidak sesuai peruntukannya, jelas tidak mungkin bisa dilakukan. Saksi KarSa lainnya diantaranya Kepala Bappeprov Jatim Zainal Abidin, Mantan Kepala Bapemas Jatim 2009-2011 sekaligus Ketua Satuan Administrasi Pangkal (Satminkal) Jalin Kesra Totok Soewarto.

Banyaknya saksi yang dihadirkan dalam gugatan ini menyita banyak waktu, sehingga Majelis hakim MK, yang dipimpin oleh Akil Mochtar, melanjutkan persidangan sengketa Pilgub ini pada Selasa (1/10/2013).@sarifa