Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Tim sepakbola Pra-PON Jatim terus terkikis.Dari 24 pemain hasil seleksi daerah (Selekda) beberapa bulan lalu, tinggal 12 saja yang tersisa.

Awalnya PSSI dan KONI jatim memanggil 31 pemain pasca Porprov IV 2013 Madiun. Kemudian hanya diambil 24 pemain saja. Sejumlah pemain muda potensial gagal dikumpulkan jadi satu klub untuk berpartisipasi di kompetisi amatir.

Diantaranya adalah dua pemain Persida Sidoarjo M Choirun, Dian Piere Papang. Selain itu ada pula nama stopper M Zaenuri dan penyerang Ridho Nur Cahyo, keduanya dari Kota Malang.

“Sudah banyak yang keluar. Beberapa yang potensi ya yang saya sebutkan tadi itu. Ini semua karena ketidaksigapan Asosiasi PSSI dan KONI Jatim untuk mempertegas aturan di tim sepakbola Pra-PON ini,” keluh Direktur Teknik sekaligus scouting talent tim Pra PON Jatim, Hanafing.

Yang paling disesalkan Hanafing, keluarnya pemain potensial asal Kabupaten Kediri, Vava Mario Zagallo. Penyerang yang sebelumnya berkostum Persedikab Kabupaten Kediri itu, kini telah memperkuat tim Sriwijaya FC U-21. Tak ayal, keputusan Vava pindah tersebut, merubah status dari pemain amatir menjadi profesional.

“Waktu Vava dan pemain lain keluar memang tidak izin. Tapi itu wajar, karena para pemain memang belum terikat kontrak dengan PSSI maupun KONI Jatim. Bahkan, saya tahu Vava main di Sriwijaya FC U-21, saat laga di Malang dari televisi, beberapa waktu lalu,” tutur mantan arsitek PSIM Yogyakarta ini.

Tak ayal, kondisi ini membuat Hanafing harus memutar otak mencari pemain-pemain baru serta mempertahankan yang telah ada. Sebelumnya, dia turut menjalin kerjasama dengan Perseba Super Bangkalan, menggelar seleksi pemain saat akan tampil di turnamen Walikota Cup Madiun, akhir September lalu. @angga_perkasa