LENSAINDONESIA.COM: Badai korupsi yang saat ini menjerat beberapa elit Partai Golkar dalam kasus suap Mahkamah Konstitusi (MK) yang melibatkan Akil Mochtar dan anggota DPR, Chairun Nisa seolah menjadi pukulan telak bagi partai beringin pimpinan Abu Rizal Bakri ini.

Belum lagi, juga menyeret dugaan kuat kasus korupsi dinasti Gubernur Banten, Ratu Atut yang juga tercatat sebagai kader penting Partai Golkar saat ini tengah ditangani KPK.

Maka, tak heran jika jajaran petinggi Golkar saat ini merasa was-was jika kasus ini akan membawa dampak politik yang buruk di tengah upaya pencitraan yang saat ini dilakukan Golkar melalui kampanye Ketua Umumnya, Abu Rizal Bakri.

“Berita-berita yang mengaitkan secara langsung antara kader Golkar dengan kasus korupsi akan berpengaruh opini dan citra partai,” ujar Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Y. Thohari di gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/10/2013).

Menurutnya, saat ini masyarakat amat sensitif terhadap kasus-kasus korupsi. Apalagi yang melibatkan kader partai secara langsung.

“Sensitifitas rakyat atas korupsi sangat tinggi dan tentunya kasus yang dialami kader kami akan berpengaruh kepada Partai Golkar,” jelasnya. @firdausi