LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (kemenag) secara resmi melayangkan permintaan pada Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk menaikkan jumlah kuota haji dari sebelumnya sebanyak 211 ribu menjadi 240 ribu.

Permintaan itu disampaikan Amirul Hajj Indonesia sekaligus Menteri Agama, Suryadharma Ali saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal OKI, Ekmeleddin Ihsanoglu di Jeddah, Selasa (08/10/2013).

Menurut Suryadharma, penambahan kuota itu sangat penting untuk memperpendek daftar tunggu (wating list) calon jamaah haji yang semakin panjang.

“Dalam pertemuan itu beliau berjanji akan mengoreksi dari permohonan yang kita disampaikan pada sidang OKI sebelumnya,” katanya.

Menurut dia, sidang OKI yang khusus membahas kalkulasi kuota haji di masing-masing negara Muslim itu terjadi sudah lama. Sehingga, kuota haji tahun ini masih menggunakan perhitungan yang lama. “Perhitungannya, rasio kuota haji saat itu dengan rumus atau ketentuan satu orang per seribu Muslim,” katanya.

Namun, apapun yang diputuskan OKI akan sangat tergantung kemampuan Pemerintah Arab Saudi menerima jamaah haji. Menag berharap, dengan proyek perluasan Masjidil Haram dan penambahan fasilitas di lokasi pelemparan di jamarat, maka tiga tahun ke depan jumlah jamaah yang berhaji bisa bertambah.

Pemerintah Indonesia terus berjuang menambah kuota haji. Sebab, di sejumlah provinsi masa tunggu sudah ada yang lebih 15 tahun. Masa tunggu yang lama membuat usia jamaah haji Indonesia semakin tua. Padahal, selama ini faktor usia menjadi penyebab utama terjadinya gangguan kesehatan pada jamaah.@licom/ara