LENSAINDONESIA.COM: Isu jual beli suara yang dilakukan para pembotoh dalam Pemilihan kades (Pilkades) di desa Pahesan Kecamatan Godong kabupaten Grobogan, terus bergulir.

Bahkan, bentuk money politik seperti pemberian uang, sembako serta gambar untuk memenangkan salah satu calon tertentu ini dilakukan dengan berbagai cara untuk mempengaruhi pemilih, tak tangung-tangung pemberian tersebut diberi ritual khusus.

“Memang ada, jual beli suara yang dilakukan para pembotoh, biasa para pembotoh melakukan aktifitas pada malam hari sebelum paginya melakukan pencoblosan, uang yang disebar kepada pemilih biasanya diberi ritual supaya para pemilih mendapatkan sugesti atau hipnotis untuk memilih calon, ucap Babe warga desa Pahesan.

selain itu,  Babe menjelaskan, nilai rupiah yang diberi kepada warga atau pemilih sangat fantastis untuk seukuran pemilihan kepala desa di Desa Pahesan nilai per 1 suara Rp. 500 ribu – Rp. 1 juta “ Terkecil Rp 50  ribu , itu pun masih dilakukan pembagian Rp.500 ribu hingga Rp.1 juta” bebernya.

Diberitakan, Rabu (09/10) dilakukan pemilihan Kades Desa kedua kali di Desa Pahesan Kecamatan Godong kabupaten Grobogan calon Kades Gus Aqib (Annaj Mustaqib) No urut 3 akan bertarung dengan Akhmad Komarudin no urut 2 . @yuwana