LENSAINDONESIA.COM: Sekolah di Madiun tidak libur pada Senin (14/10/2013), meski semua dinas mengalami cuti bersama. Seperti diakui Kepala Disdik Kota Madiun Suyoto, bahwa libur hanya berlaku saat Idul Adha.

Sesuai dengan kalender pendidikan yang telah disepakati bersama oleh pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Madiun, maka libur lebaran Idul Adha 1434 H, akan dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober. Diharap, agar siswa dan guru mau mengerti.

Pernyataan Suyoto itu disampaikan ketika kunjungannya di SMA 5,  Kota Madiun, Senin (14/10/2013) untuk apel dan memberikan pembinaan terhadap guru dansiswa.

Kunjungan ini merupakan kegiatan rutini dan bertujuan untuk peningkatan kinerja guru. Selain Kadisdik, juga ada kunjungan lain, yaitu Kepala BKD ke di SMA 4 dan Inspektoran di SMA 6.

Disinggung, mengenai status terseangka yang dikenakan pada Kepala sekolah SMA 1, Kota Madiun, Suyoto mengatakan hanya bisa memberi suport  kepada para kepala sekolah yang ada agar tidak takut dan tetap berhati-hati. Untuk Kapala SMA 1 dan 5, ia menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada kepada yang berwajib.

“Ya permasalahan yang di SMA 1, menjadi pelajaran bagi kita. Kedepan diharapkan dalam melakukan pengelolaan keuangan harus sesuai aturan yang berlaku dan tidak melanggar hukum” terangnya kepada LICOM.

Menurutnya, kasus yang terjadi di SMA 1 kota Madiun tersebut dikarenakan adanya jabatan rangkap yang disandang guru, karena kebanyakan sekolah di Kota Madiun ini, masih kurang tenaga dan itu juga terjadi di sekolah lainnya.

“Para guru juga memprotes, bahwa tugas mereka mendidik, bukan mengelola keuangan,” imbuh suyoto.

Suyoto selaku kepala Dinas belum mengeluarkan SK penggantian Kepala SMA 1 yang telah berstatus tersangka, karena dia belum mendapatkan surat tembusan dari kejaksaan yang intinya memberitahu, bahwa kepala sekolah SMA 1 menjadi tersangka. Suyoto bersama tim, baru akan berkordinasai dengan kejaksaan, Rabu (16/10)/2013).@dhimas_adi