LENSAINDONESIA.COM: Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah menelusuri aliran danan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, terkait kasus dugaan suap pengurusan Pilkada Lebak, Banten. Pihaknya menemukan aliran dana sebesar 1 miliar berada di rekening Wawan.

Menurut Ketua PPATK, M. Yusuf, bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu lagi mendalami hasil temuan PPATK tersebut, karena Yusuf menilai Wawan adalah seorang pengusaha yang belum tentu uang tersebut murni hasil korupsi.

“Dia itu kan pengusaha, cuma perlu di cari tahu oleh KPK ini uang untuk apa, untuk proyek mana saja,” kata M Yusuf di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/10/2013).

Saat ditanya , apakah KPK sudah meminta PPATK untuk menelusuri aliran dana mencurigakan dari rekening Gubernur Banten, Ratu Atut Choisiyah, M. Yusuf pun menjawab dengan singkat, “belum memeriksa,” ujarnya dengan singkat.

Seperti diketahui, Wawan telah menjadi tersangka dalam kasus suap sengketa Pilkada Kabupaten Lebak, Banten kepada Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) non-aktif Akil Mochtar. Selain itu, pengacara Susi Tur Andayani juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pada pekan kemarin, KPK juga telah memeriksa kakak kandung Wawan, Ratu Atut Choisiah. @endang