LENSAINDONESIA.COM: Mantan Kepala Cabang (Kacab) PT Berdikari (Persero) Heri Hendra Widayat (50), akhirnya divonis 4,5 tahun setelah terbukti secara sah menguras dana perusahaan senilai Rp 1,038 miliar.

“Mengadili, terdakwa Heri Hendra Widayat dengan hukuman penjara selama 4 tahun 5 bulan, dan denda senilai Rp 100 juta subsidair 6 bulan,” tegas Majelis Hakim Sri Herawati di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Tak hanya itu, selain kurungan, terdakwa juga mendapat pidana tambahan yakni membayar ganti rugi sebesar Rp 1,82 miliar. “Apabila terdakwa tidak dapat mengganti biaya ganti rugi, maka diganti dengan pidana 1 tahun 6 bulan penjara. Selain itu, bila terdakwa belum bisa juga membayar, maka seluruh asetnya berupa harta bendanya akan disita untuk negara,” terangnya.

Untuk diketahui, Heri Hendra Widayat diseret ke persidangan Pengadilan Tipikor Surabaya setelah BPKP Jatim melakukan audit pada 2011 lalu. Saat itu, lembaga audit itu menemukan Rp 1,038 miliar dana perusahaan BUMN yang bergerak di bidang Fumigan (Pestisida dan Hama) itu yang diselewengkan.

Dana itu merupakan hasil dari pembayaran barang dari 17 perusahaan yang bekerjasama dengan PT Berdikari. Dari hasil penjualan itu, sebanyak Rp 14 miliar yang mestinya masuk ke kas perusahaan dan dipertanggungjawabkan terdakwa sebagai Kacab. Tapi terhitung sejak 2007-2010, dana yang dibayarkan langsung dimasukkan ke rekening milik terdakwa. Total yang tersimpan di rekening pribadi Heri, yakni Rp 1,038 miliar.

Heri dijerat dengan Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 20/2001 Jo Pasal 64 ayat 1 KUHAP, tentang tindak korupsi secara berkelanjutan untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain. @ian_lensa