Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Buku

Buku Hikayat Pohon Ganja dibedah di Surabaya 

LENSAINDONESIA.COM: Pohon ganja telah menjadi momok yang begitu menakutkan di tengah-tengah masyarakat. Predikat haram, perusak generasi muda, barang memabukkan, dan julukan-julukan negatif lain telah mendarah daging dalam pikiran masyarakat.

Tanpa disadari, informasi tersebut tidak saja menodai pikiran masyarakat namun juga telah menjelma menjadi sebuah kebijakan Internasional yang sangat disanjung-sanjung. Memberantas pohon ganja seolah-olah memberantas kejahatan. Menangkap pengguna ganja dianggap sebagai suatu kewajiban negara dalam usaha menyejahterakan warga negaranya.

Padahal, dalam sejarah dan ilmu pengetahuan ternyata berkata lain. Semenjak tahun 12.000 SM sampai dengan tahun 1900-an, ganja lebih dikenal sebagai pohon kehidupan karena manfaatnya untuk menopang peradaban manusia.

Seratnya untuk pakaian dan kertas, bijinya sebagai sumber protein dan minyak nabati, bunga dan daunnya sebagai obat dan sarana rekreasi maupun spiritual.

Lalu mengapa pohon sejuta manfaat ini dilarang? Mengapa semua seakan terkena tipu daya? Yang terpenting, beranikah Anda membaca dan memaknai kenyataan pohon ganja yang sesungguhnya?

Itulah yang akan coba dibedah dalam buku ‘Hikayat Pohon Ganja’ yang akan digelar Minggu (20/10/2013) mulai pukul 14.45 WIB-17.15 WIB di Gramedia Expo jalan Basuki Rahmat Surabaya.

Bedah buku ini merupakan hasil kerjasama Lingkar Ganja Nusantara (LGN) perwakilan kota Surabaya. Hadir sebagai pembicara bedah buku adalah Ketua LGN, Dhira Narayana, S.Psi.@licom

Baca Juga:  Kabiro Humas Pemprov Jatim Jatim ajak wartawan kunker ke NTB