Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Bisnis

Charoen Indonesia dapat pinjaman 500 Juta Dolar AS dari 20 bank 

LENSAINDONESIA.COM: PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, perusahaan poultry terbesar di Indonesia, mendapat hutangan 500 juta dolar AS yang diperoleh dari sindikasi 20 bank untuk menopang pertumbuhan bisnis di semua lini usaha.

Bank-bank sindikasi tersebut adalah Citi, DBS Bank Ltd. / Bank DBS Indonesia, Bank ANZ Indonesia, Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Bank International Indonesia (BII), Maybank, Rabobank International, Aozora Asia Pacific Finance Limited, Emirates NBD PJSC, Land Bank of Taiwan, Bank Mizuho Indonesia, Bank of China Limited, Bank of Taiwan, CTBC Bank, Mega International Commercial Bank, The Bank of East Asia, Chang Hwa Commercial Bank, First Commercial Bank, Hua Nan Commercial Bank, Taipei Fubon Commercial Bank, dan Taiwan Cooperative Bank,

Hadijanto Kartika selaku Corporate Secretary PT. Charoen Pokphand Indonesia mengatakan ini merupakan pinjaman sindikasi ketiga dan terbesar pasca krisis moneter tahun 1998 yang diterimanya dan menjadi bukti pengakuan kreditur terhadap CPIN sebagai perusahaan dengan kinerja yang mumpuni, terutama dalam lima tahun terakhir, serta memiliki potensi ke depan yang sangat prospektif.

“Pinjaman 500 juta dolar AS ini berupa 325 juta dolar AS dan Rp 2 trilliun,” kata Hadijanto Kartika kepada LICOM di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Senin (21/10/2013).

Dijelaskannya, pinjaman ini mencakup dua fasilitas yaitu Pertama, amortizing term loan facility senilai 130 juta dolar AS dan Rp 800 miliar dengan jangka waktu pengembalian 5 tahun. Kemudian, kedua berupa revolving credit facility senilai 195 juta dolar AS dan Rp 1,2 triliun dengan jangka waktu pengembalian 3 tahun dan mempunyai 2 tahun opsi perpanjangan dengan diskresi dari kreditur. “Pengembalian jangka pendek tahun 2014 dan jangka panjang 2016,” ungkapnya.

Hadijanto beralasan mengapa pihaknya mengambil hutangan dari sindikasi bank ini. Yang pertama, pinjaman sindikasi yang baru ini akan digunakan untuk mengamankan sebagian besar dari kebutuhan pendanaan perusahaan dalam pertumbuhan usaha untuk 5 tahun ke depan. Pinjaman sindikasi ini akan membayar kembali (refinancing) semua outstanding pinjaman perbankan perusahaan.

Baca Juga:  Pesan kerukunan umat beragama dari Surabaya

Yang kedua, pinjaman sindikasi ini dikenakan bunga pinjaman baru yang lebih murah sehingga terdapat penghematan biaya bunga. Pinjaman baru ini juga memperpanjang profil umur pinjaman perusahaan.

“Yang jelas, bunga pinjaman lebih rendah daripada bunga pinjaman sebelumnya,” ujar Hadijanto yang enggan menyebutkan bunga pinjaman tersebut.

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk ini sendiri adalah perusahaan poultry terbesar di Indonesia dengan kegiatan usaha yang berintegrasi vertikal. Perusahaan ini dibangun pada tahun 1972 dengan bisnis inti pada bidang pakan ternak, anak ayam usia sehari dan ayam olahan. Perusahaan ini merupakan pemimpin pasar di dalam setiap produknya.

Perusahaan ini juga mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1991. Kapitalisasi pasar dari Perusahaan adalah sekitar Rp 84 triliun per 30 Juni 2013. Saat ini, PT Central Agromina memiliki 55.5% saham CPIN, sedangkan sisanya dimiliki oleh Publik.

Saat ini, Perusahaan ini memiliki 7 pabrik pakan ternak, 80 fasilitas pembibitan, 43 fasilitas penetasan, 4 fasilitas pengolahan daging ayam dan lebih dari 2.500 agen distribusi di seluruh Indonesia. @Rudi