Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE JAKARTA

Kejari Jaktim kembali tangkap Bendahara Kelurahan Pulogadung 

LENSAINDONESIA.COM: Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, juga menahan Bendahara Kelurahan Pulogadung, Nedi Sunarto, yang diduga ikut terlibat dalam kasus korupsi anggaran kelurahan Rp620 juta.

Kepala Kejari Jaktim, Jhony Manurung mengatakan, pihaknya selain menahan mantan Lurah Pulogadung, Tema Yuliman, Kejari juga menahan Bendahara Kelurahan Pulogadung, Jakarta Timur, Nedi Sunarto, dalam kasus anggaran Rp.620 juta terkait beberapa program pada tahun 2012.

“Mereka sudah kita tetapkan menjadi tersangka dalam kasus korupsi anggaran Rp620 juta pada tahun 2012, kemudian kami lakukan penahan sejak Jumat(25/10/13) pada pukul: 15:00 WIB,”kata Jhony kepada wartwan, Jumat (25/10/13).

Informasi yang dihimpun, ada beberapa Kasus posisinya, pada tahun anggaran 2012 Kel. Pulogadung menerima anggaran sesuai DPA untuk pelaksanaan kegiatan belanja barang jasa tahun 2012.

Kegiatan tersebut antara lain,

1. Bimbingan Kesehatan.

2. Pelatihan penanggulangan bencana alam.

3.Pengadaan Tong Sampah.

4. Bimbingan Teknis usaha rumahan.

5. Peningkatan SDM Lemb. Kemasyarakatan.

6. Belanja Pakaian kerja dinas lapangan.

7.pelaksanaaan penertiban wilayah.

8.Perencanaan SDM aparatur kelurahan.

9.Pembinaan RW Siaga.

10. Belanja Perkakas Kerja.

11. Pengadaan Tanaman Pelindung.

12. Pembinaan kader Pos yandu.

13. Penggerakan pembinaan petugas kebersihan.

14. Penggerakan masyarakat dlm kegiatan kerja bakti

Namun, dalam laporan pertanggung jawaban dibuat seolah olah kegiatannya ada, padahalnya kenyaataannya fiktif.

Sementara, dalam kasus ini, Kerugian negaraSementara Rp. 620 .000. 000,00 dan masih akan bertambah

Seperti diketahui, bahwa T diduga penyelewengan beberapa anggaran di Kelurahan di tahun 2012, sehingga Kejaksaan melihat ada kecurigaan dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ).

Sementara itu, sebelumnya, dua oknum PNS yang diketahui bernama Fanda Fadly Lubis, yang menjabat sebagai Lurah Kelurahan Ceger dan Zaitul Akmam, sebagai Bendahara Kelurahan
Ceger harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum terkait proyek pengadaan barang dan jasa tahun 2012.

Baca Juga:  Kabiro Humas Pemprov Jatim Jatim ajak wartawan kunker ke NTB

Keduannya diketahui, telah menjalani proses penahanan sejak Jumat lalu (11/10/13) kemaren, yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

Bahkan, pada tahun anggaran anggaran 2012, Kelurahan Ceger mendapatkan anggaran belanja barang dan jasa yang bersumber dari APBD Propinsi DKI Jakarta, sesuai DPA Kelurahan Ceger. Sebagai bentuk pertanggung jawaban dari uang yang diterima, Bendahara dan Lurah Ceger mengajukan LPJ untuk kegiatan tersebut. @winarko/silma.