LENSAINDONESIA.COM: Para ahli hukum olahraga dunia termasuk Director of Security FIFA, Ralf Mutschke serius membantu PSSI menyelesaikan masalah seputar pengaturan pertandingan yang kerap terjadi di sepakbola dunia, khususnya di Indonesia, yang akan dibahas dalam Kongres Internasional Hukum Olahraga di Bali pada tanggal 29-30 Oktober mendatang.

Seperti dilansir situs remi Liga Indonesia, perhelatan ini sendiri sebagai rangkaian program PSSI tentang Indonesia Millenium Football Development 2013 yang tujuannya untuk memproteksi integritas sepakbola Indonesia yang oleh FIFA dikembangkan untuk melindungi permasalahan yang terjadi didunia sepakbola, salah satunya tentang pengaturan pertandingan.

“Awalnya pembahasan ini dilakukan oleh Yunani, Rusia dan Indonesia. Dan akhirnya didukung oleh semua pihak dan akan dihadiri para ahli hukum olahraga dunia dan FIFA. Ini akan menjadi kesempatan yang penting bagi sepakbola Indonesia, terlebih lagi FIFA mendukung secara serius,” ucap Ketua Penyelenggara Kongres, Hinca Panjaitan.

Hinca mengaku, kehadiran Director of Security FIFA, Ralf Mutschke dalam perhelatan ini tidak hanya sebagai pembicara namun akan berdiskusi untuk pembahasan di persepakbolaan Indonesia terkait Combat Match Manipulation, yang tujuannya sebagai semangat inisiatif bersama antara PSSI dan FIFA dalam menghadapi match manipulation di dunia dan Indonesia.

“Selain meningkatkan hubungan kepada pihak luar, PSSI juga berkepentingan membangun jaringan membawa sepakbola ke tingkat luas. Kehadiran perwakilan FIFA ini sendiri akan berdiskusi secara khusus dalam tahapan pemecahan masalah ini, dengan menganjurkan PSSI untuk melibatkan interpol dalam memerangi mafia pengaturan pertandingan. Karena PSSI saat ini serius memerangi masalah ini,” tegasnya.

Dalam kongres yang akan membahas tentang Sport Law, Sport Tourism, dan Lex Sportiva ini akan dihadiri 105 peserta dari negara Indonesia, China, Polandia, Rusia, Hungaria, Jerman, Iran, Italy, Mexico, USA, Rumania, Perancis, Austria, dan Korea. Peserta Indonesia sendiri akan dihadiri 50 peserta, dan 16 diantaranya adalah mahasiswa dari Universitas Udayana, Bali.

Hinca yang juga menjabat sebagai Ketua Komdis PSSI mengaku, secara khusus PSSI juga akan melakukan kerjasama antara Direktur sepakbola dari Universidad Catolica San Antonio (UCAM), Spanyol yang berafiliasi dengan Liga Spanyol, dan Presiden Liga Spanyol, Javier Tebas juga akan datang dalam Kongres ini. Yang agendanya kerjasamanya dibidang sport management dan sport science.

“Pembicaraan awal dengan pihak Liga Spanyol dilakukan saat permasalahan kepengurusan PSSI selesai. Dan pihak Spanyol mengunjungi Indonesia untuk membicarakan kerjasama ini. Pihak UCAM yang berafiliasi dengan Liga Spanyol menyanggupi kerjasama ini. Dan nantinya kerjasama ini bentuknya pengiriman Sumber Daya Manusia dari PSSI yang akan belajar di Universitas itu. Nanti setelah dipelajari, mereka mungkin akan belajar mempraktekannya di Liga Spanyol atau Liga-Liga dibawahnya. Pengiriman itu akan dilakukan dalam format kursus yang berlangsung dua atau hingga tiga minggu” jelas Hinca.

Dirinya menilai dengan kerjasama ini, maka kedepannya sepakbola Indonesia bisa setara dengan Liga Spanyol, dan membawa perkembangan bagi sepakbola Indonesia.