LENSAINDONESIA.COM: Jakarta Marathon 2013 yang menjadi gelaran internasional pertama berlangsung di Jakarta, turut diikuti oleh Pelari Elite mancanegara, namun tanpa satupun pelari Pelatnas Indonesia.

Dalam penyelenggaraan Jakarta Marathon 2013 yang mengambil start di lapangan silang Monas Jakarta, Minggu (27/10/13) kemarin tampak ribuan peserta dari dalam maupun luar negeri memadati titik start yang dimulai pada pukul 05.00 pagi tadi.

Namun, dari sekian banyak peserta asing, tampak beberapa Pelari Elite yang turut meramaikan jalannya perlombaan yang diikuti hampir 10 ribu peserta dari 40 negara berbeda tersebut. Salah satunya adalah pelari asal Kenya, Stephen Tum yang menjadi juara pertama pada Marrakesh Marathon yang berlangsung di Maroko pada tahun 2012 lalu.

Namun dalam gelaran internasional yang didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Pemerintah DKI Jakarta itu, tidak diikuti oleh para pelari nasional yang saat ini sedang melakukan Pelatihan Nasional (Pelatnas).

Hal tersebut menurut Sekretaris Jendral Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), lantaran terlalu dekatnya waktu perlombaan dengan jadwal SEA Games 2013 yang akan berlangsung pada bulan Desember di Myanmar.

“Jarak antara lomba dengan SEA Games terlalu dekat. Kalau kita paksakan, nanti malah merusak performa anak-anak di Myanmar,” ujar Tigor Tanjung kepada LICOM, Minggu (27/10/13).

Meskipun demikian, Tigor mengatakan acara ini memiliki manfaat positif bagi dunia atletik. Selain perwujudan eksistensi Indonesia di tingkat dunia dalam cabang atletik, gelaran ini juga bisa dijadikan bahan promosi olah raga atletik kepada masyarakat.

“Ini adalah sosialisasi olahraga atletik. Dengan ini, makin banyak orang yang masuk lapangan atletik. Selain itu kita juga memperkenalkan Indonesia sebagai salah satu negara yang eksis di cabang atletik,” tambahnya.@muhammadrusjdi