LENSAINDONESIA.COM: Kasus narkoba yang membelit Akil Mochtar ternyata menjadi pertimbangan Majelis Kehormatan Hakim Mahkamah Konstitusi (MKH MK) dalam menjatuhkan sanksi pemberhentian secara tidak hormat.

Dalam salah satu butir pertimbangan dimuat tentang temuan tiga setengah linting ganja dan satu butir tablet ungu positif amphetamine serta satu butir tablet hijau positif metaphetamine oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Mempertimbangkan, temuan oleh penyidik KPK, barang positif narkoba. Tiga linting ganja utuh dan satu linting habis pakai dalam bungkus rokok yang merupakan narkotika golongan satu. Serta tablet ungu positif amphetamine yang tergolong dalam narkotika golongan satu juga tablet hijau, positif metaphetamine, tergolong dalam narkotika golongan satu,” beber salah satu anggota MKH MK, Abbas Said saat membacakan putusan di Gedung MK, Jumat (01/11/2013).

MKH MK turut memertimbangkan hasil DNA Akil Mochtar yang identik dengan unsur DNA yang tertinggal dalam puntung ganja habis pakai.

“Tanggal 31 Oktober, menurut keterangan Badan Narkotika Nasional (BNN) bahwa DNA hakim terlapor identik dengan unsur DNA pada linting ganja habis pakai. Maka telah dapat dibuktikan secara ilmiah dan tidak dapat terbantahkan bahwa barang bukti linting ganja identik dengan profil dan hakim terlapor,” ujar Abbas Said.@yudisstira