LENSAINDONESIA.COM: Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Adhyaksa Dault dijadwalkan bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi proyek Hambalang dengan terdakwa Deddy Kusdinar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kuningan, Jakarta, Selasa (12/11/2013) hari ini.

Pada sidang kali ini, selain Adhyaksa Dault, Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga memanggil tujuh saksi lain, salah satunya adik Adhyaksa, yaitu Adhi Rusman Dault.

“Saksi untuk Pak Deddy nanti yaitu Adhiyaksa Dault, Adhi Rusman Dault, Sonny Anjangsono, Ida Nuraidah, Anggraheni Dewi, Tomy Apriantono, Wiyanto alias Win Suharjo, dan Alman Hudri,” ujar Kuasa Hukum Deddy Kusdinar, Rudy Alfonso kepada LICOM.

Adhyaksa Dault dianggap tahu seputar rencana awal pembangunan proyek Hambalang. Saat dipersiksa KPK sebelumnya, Adhyaksa Dault menjelaskan alokasi anggaran proyek Hambalang senilai Rp 125 miliar diperuntukkan bagi pembangunan sekolah olahraga. Namun alokasi anggaran tersebut belum disejutui DPR karena sertifikat lahan Hambalang bermasalah.

Dalam keterangannya saat diperiksa KPK, Adhyaksa Dault mengaku tidak tahu menahu soal proyek pembangunan sekolah olahraga Hambalang kemudian berkembang menjadi pembangunan sport center yang membuat anggaran membengkak mencapai Rp 2.5 triliun. Ia hanya tahu bahwa proyek Hambalang adalah pembangunan sekolah olahraga senilai Rp 125 miliar.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yaitu mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora, Deddy kusdinar, Mantan Menpora Andi Alfian Mallarangeng, dan petinggi PT Adhi Karya, Teuku Bagus Muhammad Noer. Dalam perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kasus ini merugikan negara sebesar Rp 463,6 miliar.@rizky