Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
MADIUN

Belum pasti jenazah datang, tetangga dan kerabat terus berdatangan 

LENSAINDONESIA.COM: Salah satu korban tewas heli MI-17 milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat, Serka Aan Prayitno (30), dipastikan sebagai putra Ngawi. Sebelumnya, keluarga sempat tegang menantikan kabar positifnya.

Bintara muda itu kelahiran Sambirejo, Desa Tepas, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Salah satu korban jatuhnya heli milik TNI AD yang jatuh di Tarakan, Kalimantan. Perbatasan Indonesia-Malaysia.

Kepastian itu, diterima keluarga besar di Kabupaten Ngawi, Sabtu (9/11/2013) pukul 16.00 lalu. Beberapa jam Setelah heli itu jatuh, oleh Kolonel Suhartoyo, Pasi Intel lokasi korban bertugas.

Kabar ini sontak membuat istri korban, Ike (25), yang tinggal di Semarang Shock berat. Meski sudah beberapa tahun menikah, Ike belum dikaruniai anak. Kini keluarga korban menunggu kedatangan jenazah anak ke-2 dari 4
bersaudara, pasangan almarhum Sudarsono-Sukartinah (57).

Sri Sudarsih, bibi korban mengatakan, keluarga oleh pihak tempat ponakan bertugas dilarang memberikan keterangan kepada mass media dan tetangga, agar tidak keluar dari koridor. Menerima kabar pertama kali sekitar pukul 14.00,
namun dinyatakan masih simpang siur. Baru, sekitar pukul 16.00 Pasi Intel (Kolonel Inf Suhartoyo) tempat bertugas memberikan kabar dan memastikan korban tewas.

Hal itu dipertegas kembali melalui pesan singkat (sms) pukul 22.20 WIB. Isi pesan singkat, “Korban meninggal dalam tugas operasi di Perbatasan Indonesia – Malaysia dalam Pembangunan Pos Perbatasan. Diharapkan kepada keluarga agar memberikan keterangan yang baik, jika ada media yang mencari maupun saat memberikan informasi ke para tetangga korban.
Karena korban meninggal mulia saat menjalankan tugas Negara.”

Serka Aan Paryitno masuk TNI sejak Tahun 2002. Kini keluarga berharap jenazah korban bisa disemayamkan di rumah duka dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Tepas. Serka Aan yang bertugas sebagai teknisi pesawat heli MI-17 itu.

Baca Juga:  Fortuner menabrak pohon, polisi dan dua warga terluka

“Saya berharap jenazah keponakan itu bisa dengan cepat dibawa pulang ke Ngawi, sesuai permintaan ibunya. Keluarga juga sepakat memakamkan korban di tanah kelahiran,” ujar Sukanto, paman korban, Minggu (10/11/2013).

Sri Sudarsih mengatakan tidak ada firasat khusus, “Dari keluarga kami tidak ada firasat atau mimpi buruk, sebelum Aan dikabarkan meninggal sore lalu. Hanya ada 2 keponakan kejatuhan cicak sampai 2 kali. Kami belum mendapat kepastian soal kepulangan jenazah, informasi dari mass media televisi Minggu (10/11/2013) baru akan dievakuasi,” ujarnya.

Meski belum ada kepastian datangnya jenazah serka Aan, tetangga hingga kerabat terus mendatangi rumah duka. Sedangkan, keluarga lain mengikuti perkembangan evakuasi jasad korban tewas heli MI-17 melalui televisi.@arso