Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
MADIUN

Liang lahat Serka Aan Prayitno, dipenuhi air hujan 

LENSAINDONESIA.COM: Suasana di rumah duka, Serka Aan Prayitno di Dusun Sambirejo, Desa Tepas, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, terus didatangi pelayat dari tetangga, kerabat hingga keluarga korban.

Bahkan, keluarga korban helikopter MI-17 milik Pusat Penerbangan TNI AD di Kalimantan Utara itu, sudah mempersiapkan berbagai pemakaman almarhum Serka Aan Prayitno.

Dilaporkan,keluarga di rumah duka berharap cemas, sebab hingga siang lalu, jenazah belum juga diterbangkan dari Tarakan, Kalimantan Utara. Sejumlah keluarga terus mengikuti perkembangan evakuasi dari sejumlah stasiun televisi nasional.

“Sejak semalam, kami sudah melakukan tahlilan atau kirim doa,” ujar paman korban Sukamto, Senin (11/11/2013).

Ia juga menyatakan doa dikirimkan bukan untuk almarhum saja, tapi juga kemudahan proses evakuasi agar berjalan lancar hingga pemulangan berjalan. Begitu juga, liang lahat sudah disiapkan sejak mendapatkan kepastian meninggalnya Serka Aan
Prayitno. Kini liang lahat itu dipenuhi air akibat hujan mengguyur sejak semalam.

Atas kesepakatan pihak keluarga, akhirnya liang lahat untuk almarhum Serka Aan Prayitno dipindahkan tepat disamping pusara sang ayah, almarhum Sudarsono. Sementara itu, siang kemarin, keluarga mendapat informasi jenazah diterbangkan dari Tarakan menuju Lanumad Ahmad Yani Semarang.

“Jam berapa akan tiba di desa ini, kami belum tahu,” ujar Sukamto.

Setelah disemayamkan sejenak di Semarang, selanjutnya diberangkatkan ke rumah duka di Dusun Sambirejo, Desa Tepas, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Rencananya jenazah langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa
setempat.@arso

Baca Juga:  Ada yang deg-degan, Warga Binaan Rutan Rangkasbitung jalani deteksi dini HIV AIDS