Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Bisnis

Gapeksindo tuntut Revisi UU No. 18 Tahun 1999 tentang jasa konstruksi 

LENSAINDONESIA.COM: Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) akan memperjuangkan aspirasi para anggotanya, dalam perubahan UU no 18 tahun 1999, semaksimal mungkin.

Adi Purwoto Ketua Gapeksindo DPD Jatim mengatakan, Dirinya bertekad untuk memperjuangkan terlaksananya aspirasi anggotanya demi meningkatkan komunikasi, konsultasi, serta memberikan fasilitas advokasi, khususnya dalam bidang hukum konstruksi.

Namun, semua ini harus diimbangi dengan tekat dan kemampuan kami untuk tercapainya tujuan yang diharapkan sebagaimana yang diatur dalam perpres No. 70 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Barang Dan Jasa, serta UU No. 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi.

“Karena itulah, perlu diadakan revisi terhadap UU tersebut, guna mengakomodir kebutuhan jasa konstruksi yang terus berkembang,” jelas Adi Purwoto kepada LICOM saat ditemui di Surabaya. Jumat (14/11/2013).

Dikatakan, aspirasi dalam rapat dengar pendapat tersebut menyoal jaminan untuk menyanggah UU yang ada. Selain itu, kontrak yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan penyedia sering menyimpang dari UU Jasa Konstruksi.

Selain itu, overlapping pengaturan mengenai pengadaan khususnya barang dan jasa, UU jasa konstruksi, SE LKPP. “Kerena itulah, perlu dilakukan harmonisasi oleh ahli hukum konstruksit,” tutupnya.@dony

Baca Juga:  Seorang wartawan kesurupan saat rayakan ultah ke-58 Wali Kota Risma