Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE DEMOKRASI

Pemberian mobil ke Bawaslu dinilai sebagai godaan penyelenggara Pemilu 

LENSAINDONESIA.COM: Ketua Presidium Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Jojo Rohi, menilai ada upaya dari Muhammad untuk menunjukkan kepada publik, bahwa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai lembaga penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) tidak luput dari godaan-godaan suap.

“Saya tidak tahu persis ya, apa yang ada di dalam hati beliau (Muhammad) ya. Tapi saya cuma ingin menyampaikan bahwa, Bawaslu ingin menunjukkan bahwa Bawaslu tidak steril dari godaan. Artinya, godaan itu ada,” ujar Jojo kepada LICOM, di Galery Cafe, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (17/11/2013).

Jojo bahkan meyakini, Bawaslu bukan satu-satunya lembaga penyelenggara Pemilu yang mengalami godaan-godaan semacam itu.

“Saya yakin bukan cuma Bawaslu, KPU juga mengalami godaan yang sama ya. Bahkan juga DKPP,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem, Patrice Rio Capella. Menurutnya, hal-hal semacam ini sangat mungkin terjadi pada lembaga penyelenggara Pemilu lainnya.

“Saya meyakini bahwa jangan-jangan bukan cuma terjadi kepada Muhammad. Mungkin juga terjadi di daerah. Mungkin diserahkan ke KPU, mungkin ke Panwaslu. Kita nggak tahu. Sekelas Ketua Bawaslu aja diperlakukan seperti itu,” ungkapnya di Galeri Cafe TIM, Jakarta.

Rio meminta, Muhammad membuka secara gamblang siapa Ketua Partai Politik (Parpol), yang disebutnya memberikan satu unit mobil kepadanya. Menurut Rio, hal tersebut harus dilakukan, agar budaya suap tidak dilakukan oleh pimpinan parpol lain.

“Saya pikir Ketua Bawaslu mesti menyampaikan siapa utusan parpol itu. Bukan soal fitnah atau tidak fitnah. Itu penting, agar budaya seperti itu tidak dilakukan oleh pimpinan parpol yang lain,” ungkap Rio.

“Kalau disampaikan si A pernah memberikan saya sesuatu, itu paling tidak akan merubah mental para peserta Pemilu ini, untuk tidak bermain-main untuk mempengaruhi atau mengintervensi badan penyelenggara Pemilu,” tambahnya.

Baca Juga:  Gandeng milenial, BPDP KS gelar Surabaya Amazing Race Sawit Hunt 2019

Menurut Rio, harus ada keberanian dari Muhammad, jika dirinya ingin memperbaiki negeri ini. Muhammad, menurut Rio, tidak bisa meninggalkan apa yang sudah diungkapkannya begitu saja.

“Nah menurut saya harus ada keberanian untuk memperbaiki negeri ini. Jangan kemudian dia menyampaikan saya diberikan mobil, kemudian nggak berani ngomong. Itu juga tidak bagus juga. Lebih baik tidak ngomong sama sekali kan. Tidak bikin heboh,” pungkasnya. @yudisstira