LENSAINDONESIA.COM: Pememerintah Propinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1.000.000.000.000,00 atau 1 Triliun rupiah untuk pengadaan bus di wilayah Ibukota.

Diketahui, rencana kedatangan 1000 bus yang ditargetkan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta pada akhir Desember 2013 ini nampaknya tak akan terpenuhi. Hal tersebut di sebabkan lantaran kegagalan lelang.

Oleh karena itu nantinya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama mengatakan, Pemprov DKI Jakarta akan mengubah perencanaan pengadaan bus sedang tahun depan tak akan menggunakan sistem lelang lagi, melainkan menggunakan sistem e-catalog.

“DKI tidak lagi menggunakan sistem lelang tender, tapi membeli dengan system e-catalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP),” ungkap pria yang akrab disapa Ahok itu, di Balaikota, Senin (18/11/13).

Selain itu, menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, apabila rencana pembelian bus melalui e-catalog berjalan lancer, Dinas Perhubungan DKI Jakarta dapat menyerap anggaran sebesar 81 persen.

“Kalau terserap itu bukan soal uang yang kembali. Kalau memang ada kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan, itu tidak masuk hitungan penyerapan. Kalau kita masuk semua,” ungkap Udar.

Bahkan, Udar juga meyakini, bahwa pihaknya dapat menyerap anggaran sebesar 97 persen dibandingkan dari yang ditargetkan.

Ia menjelaskan, pengadaan ribuan bus untuk memenuhi kebutuhan transportasi massal ditargetkan akan tiba pada akhir Desember ini, hampir 700 unit bus sedang dan Transjakarta akan datang dan beroperasi.

“Pengadaan bus terus berjalan, nanti datang di akhir Desember. Ada 310 bus Transjakarta campur dengan bus gandengnya, dan bus sedang ada 346 unit,” ungkap pristono.

“Bus-bus yang datang itu merupakan barang impor. Ada yang datang dari China, dan sebagainya. Variasi impornya pun beragam, ada yang satu unit bus merupakan barang impor dan ada yang bagian maupun sparepart lainnya yang langsung diimpor dari Negara lain,” sambungnya menandaskan. @silma