LENSAINDONESIA.COM: Setelah sebelumya Dinas Pekerjaan Umum(PU) DKI Jakarta memberikan 10 langkah jangka pendek untuk penanganan banjir, pihaknya kembali memberikan penjelasan terkait tentang langkah permanen yang diharapkan akan dapat menjadikan kota Jakarta bebas dari banjir.

Kepala Dinas (Kadis) PU DKI Jakarta, Manggas Rudy Siahaan mengungkapkan untuk menjadikan kota Jakarta bebas banjir pihaknya telah menyiapkan 16 langkah permanen diantaranya.

1. Pembangunan Cengkareng Drain II (Kanal banjir di perbatasan Tangerang).
2. Pembangunan pintu air Kamal Muara dan pompa air Kamal Muara dengan kapasitas 40 m/dtk.
3. Pembangunan waduk junction dikawasan tol Kapuk Kamal Sediayatmo.
4. Pengerukan dan pemasangan sheet pile pada Cengkareng Drain I untuk penambahan kapasitas.
5. Pemasangan pintu air dan pompa pada pertemuan Kali Angke dan Banjir Kanal Barat (BKB).
6. Pengerukan dan normalisasi Kali Adem.
7. Pemasangan pompa air Marina Ancol dengan kapasitas 50 m3/dtk.
8.Penggantian pompa air Ancol yang dibangun pada tahun 1972 bertujuan untuk mengatasi genangan air.
9.Pembangunan pompa air Koja untuk mengatasi banjir di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok dan Koja Selatan.
10. Pembangunan pompa air Waduk Sunter Timur IB berdasarkan master plan pengendalian banjir oleh Nedeco tahun 1973 untuk mengatasi genangan air di kawasan Kelapa Gading.
11. Pembangunan pompa air dan Waduk Sunter Timur II Kebantenan, Cakung, KBN dengan sistem polder
12. Normalisasi Kali Cakung Lama.
13. Normalisasi Kali Krukut dan Kali Mampang, Kali Grogol dan Kali Sekretaris.
14.Pembangunan tanggul laut pada daerah-daerah yang belum ada tanggul lautnya.
15. Perbaikan saluran dengan pengerukan endapan lumpur terhadap seluruh saluran makro, Phb dan mikro.
16. Pembangunan tanggul luar raksasa.

Dalam hal ini, Manggas berharap, nantinya langkah-langkah permanen yang saat ini sudah mulai dikerjakan, akan dapat membuat kota Jakarta terbebas dari banjir. @silma/noviar