LENSAINDONESIA.COM: Sebuah hidangan penutup yang sangat eksotis dengan aroma strawberry yang kuat telah menggoyang lidah pengunjung resto Natur’e di kawasan Moskow.

Rasa penasaran pun kuat menggoda rasa ingin tahu bahan apa kiranya yang digunakan untuk membuat puding hijau bersaus merah ini.

Dari gigitan pertama, puding ini berasa kenyal dengan aroma daun bercampur strawberry yang dijadikan saus plus potongan rumput laut sebagai penambahn rasa.

Tapi puding ini bukan puding biasa yang terbuat dari rumput laut, namun berasal dari daun cincau yang dibawa khusus oleh sang juru masak.

“Saya ingin menyajikan hidangan khas Indonesia yang kaya bahan dan bumbu tapi dengan tampilan yang cantik dan istimewa. Salah satunya puding cincau ini yang diilhami dari minuman bercincau di Indonesia. Saya memilih menjadikan cincau ini sebagai puding yang saya padukan dengan strawberry yang mudah didapat di Rusia,” ujar Chef Asep Mildani dalam surat elektroniknya kepada LICOM, Minggu (24/11/2013).

Asep Mildani, Executive Chef dari restoran Warisan di Kerobokan, Bali selama 3 minggu sejak tanggal 1 hingga 21 November 2013 diundang khusus ke Moskow untuk menyajikan masakan khas Indonesia dari resto Warisan.

Selain puding cincau, chef yang pernah malang melintang di acara Master Chef Indonesia ini juga menyajikan sejumlah masakan lain seperti nasi campur Bali, urapan campur Bali dengan aroma kecombrang yang sangat kental, nasi rawon, rendang, gado-gado, sambal matah Bali dan tidak ketinggalan kerupuk udang.

Menurut Sergey Petrov, sang pemilik resto, ia jatuh cinta dengan Bali dan meskipun selama lima tahun terakhir sering bolak balik Moskow-Bali, rasa rindu akan Bali selalu muncul.

Karena itu, ia sengaja menghadirkan sang juru masak yang sudah dikenalnya di Bali ini untuk mempromosikan masakan Indonesia dan Bali di restorannya.

“Kehadiran Chef Asep selama tiga minggu ini telah menarik banyak pengunjung dan pelanggan resto kami untuk mencicipi lebih banyak masakan Indonesia langsung dari tempatnya di Indonesia”, ujar Sergey.

Namun begitu Sergey belum akan menghadirkan juru masak tetap dari Indonesia atau negara lain, karena menurutnya program promosi pendek selama tiga minggu seperti ini jauh lebih efektif dan membuat penasaran orang untuk mencari tahu lebih banyak. Sergey merencanakan untuk mengundang kembali chef lain asal Indonesia di tahun depan.

Seusai melaksanakan tugas di resto Natur’e, bertempat di Wisma Duta Besar RI moskow, Chef Asep Mildani juga membagi ilmunya kepada masyarakat Indonesia di Moskow yang dipimpin istri Dubes RI untuk Rusia, Ibu Wiwik Oratmangun.@licom