Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Surabaya

Tak hanya tusuk jarum, Sinshe Wong gunakan kekuatan supranatural 

LENSAINDONESIA.COM: Meski telah memasuki dunia modern, penyembuhan penyakit tak hanya dilakukan oleh dokter, pengobatan alternatif tak kalah maraknya. Salah satunya akupuntur.

Akupuntur merupakan salah satu contoh pengobatan alternatif. Pengobatan yang berasal dari negeri panda ini, dianggap paling manjur. karena itu Indonesia sangat mudah ditemukan, pengobatan yang menggunakan media jarum ini. Bahkan di banyak rumah sakit sudah menggunakan metode ini, dalam proses penyembuhan penyakit. Karena sudah  diakui dalam dunia kesehatan.

“Dulunya saya sering berobat ke dokter, tapi tidak sembuh-sembuh, padahal sudah menghabiskan biaya banyak.” terang Roy salah seorang pasien stroke yang saat ini bralih ke pengobatan alternatif.

Menurut Sinshe Wong, salah seorang ahli pengobatan tusuk jarum, dulu pengobatan ini sulit diterima di Indonesia. “Awalnya dianggap ilmu setan. Di Indonesia tepatnya di Jakarta mulai diterima masyarakat sekitar tahun 1992 dan masuk di Surabaya sekitar tahun 1994-1995. Itupun pasiennya rata-rata orang Cina, India dan pejabat, karena masih jarang dan mahal.”

Shinse Wong mengaku mengenal akupuntur sejak tahun 1963, saat berumur 16 tahun. Ada orang dari Cina yang datang ke Semarang dan ia mau ketika ditawarkan untuk menjadi percobaan. Dari situlah ia tahu bahwa akupuntur bisa menolong orang.

Sekitar tahun 1994, ada tes untuk akupuntur di Surabaya, tepatnya di Indrapura. Shinshe Wong pun nekat mengikutinya dengan tujuan bisa menolang orang lain. Ia pun harus membayar orang agar mau ditusuk jarum.

“Dalam hati saya berdoa’ kalo memang ini jalan hidup yang Tuhan ijnkan, maka sekali ikut tes maka saya harus lulus, seandainya tidak lulus, maka saya tidak akan mengikuti tes lagi.” kenang pria lulusan Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan ini.

Baca Juga:  Diduga diatur, PPK Dinas Pendidikan Jatim diminta hentikan tender pengadaan kain seragam SMA dan SMK

“Untuk penyembuhan tidak cukup dengan menusukkan jarum dan memberi obat. Harus dicari penyebab dari penyakit tersebut. Maka saya juga mengobati dengan pijat refleksi, untuk mencari sumber penyakit. Bahkan saya menggunakan supranatural. tapi saya bukan dukun, saya orang beragama dan taat kepada agama saya,” tambahnya.

Baginya kekuatan supranaturan merupakan anugerah dari Tuhan. Pria berumur 67 tahun ini, enggan untuk mengiklankan usaha pengobatannya tersebut. karena baginya jika mengiklankan, itu sama saja mencari uang pada orang sakit.

“Biarkan orang sakit yang mencari kita, informasinya cukup dari mulut ke mulut. Tanpa iklan saja pasien banyak bahkan luar Kota Surabaya dan luar negeri, ada yang dari Italy, Belanda,” kata pemilik nama Bartolomeus Tjandra Wibisono.

Untuk masalah biaya terapi, ia tidak pernah mematok. Dilihat dari kemampuan pasien. Karena tujuannya selain mengobati orang tapi juga untuk menolong sesama.

“Akupuntur memang banyak, tapi berbeda tempat, berbeda juga orangnya. ibarat masakan, beda koki beda rasa,” imbuhnya.@moris_mangke(mg2)