LENSAINDONESIA.COM: Proyek perbaikan saluran air Sudin PU Tata Air Jakarta Timur ternyata banyak yang mangkrak dan molor dari jadwalnya. Kondisi ini sangat disesalkan banyak warga, karena dianggap tidak mampu mengurus proyek saluran air tersebut, bahkan bisa dikatakan “tutup mata” dengan banyaknya perbaikan saluran yang terhenti tanpa ada kejelasannya.

Pantauan LICOM dilapangan pengerjaan saluran yang dibiarkan mangkrak diantaranya perbaikan saluran Jalan Jengki sisi Timur dan Barat Rt.03 Rw.11 tepatnya di depan SDN 03,04,05,06 Kebon Pala hingga Kantor Kelurahan Kebon Pala dan Rt. 04 Rw. 02 Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur serta pintu II Taman Mini Indonesia Indah.

Kondisi saluran saat ini dibiarkan begitu saja, material berserakan serta sisa-sisa galian menutupi sebagian badan jalan membuat jalan semakin sempit serta merusak pot-pot bunga disepanjang gedung Sekolah Dasar.

Menurut keterangan Mochtar (55) warga Rt.03 Rw.11, perbaikan saluran jalan Jengki sisi timur sudah lama dibiarkan mangkrak padahal pembangunan sudah cukup lama, kini saluran dibiarkan begitu saja tanpa ada pengerjaan lebih lanjut.

“Nggak tau alasannya apa, sudah satu bulan ini tidak ada lagi pengerjaan, kalau dibiarkan saja ini dapat membahayakan bagi anak-anak sekolah yang melintas jalanan sempit dengan selokan yang belum tertutup, belum lagi tumpukan tanah berserakan kebadan jalan, lingkungan jadi kotor,” kata Mochtar dengan nada kesal.

Hal senada dengan Parulian Sitanggang (55) warga Rt.004 Rw. 02 Kebon Pala mengatakan, akibat molornya perbaikan saluran sepanjang 200 meter yang terhubung dengan kali penghubung (Phb) Cipa kini warga harus dihadapkan dengan luapan air jika hujan turun.

“Ini sudah meleset dari jadwal pengerjaan, seharusnya sudah selesai tapi ini baru 50 persen pengerjaan. Belum lagi pembuatan saluran ini ternyata sama rendahnya dengan kali Phb Cipa yang saat ini mengalami pendangkalan sehingga jika hujan air tidak mengalir bahkan sebaliknya air dari kali Phb masuk ke saluran dan mengenangi lingkungan,” sesalnya.

Ia menjelaskan, perbaikkan saluran di Rt.004 Rw.02 yang dikerjakan oleh PT.GT molor dari target pengerjaan, sebelumnya dalam papan proyek pengerjaan saluran sepanjang kurang lebih 200 meter waktu pengerjaan berakhir pada 17 Nopember 2013. Bahkan, akibat molornya pengerjaan papan proyek yang sebelumnya dipasang kini sengaja dihilangkan.

Kasie PU Tata Air Kecamatan Makasar Jakarta Timur, Zulkarnaen, membenarkan mangkraknya pengerjaan saluran tersebut. Bahkan dirinya mengaku akibat mangkraknya perbaikan beberapa warga telah mendatangi kantor kecamatan menuntut perbaikan segera diselesaikan.

“Banyak warga komplain ke kantor, tapi kita tidak bisa merealisasikan permintaan warga karena pengerjaan perbaikan dan pembuatan saluran tersebut dikerjakan oleh pihak ketiga rekanan Sudin PU Tata Air Jakarta Timur,” Zulkarnen.

Sementara itu Kepala Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Timur Jati Waluyo mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan masuk terkait mangkraknya perbaikan saluran tersebut. “Nanti saya cek lokasi dulu ke tempat lokasi,” kata Jati.@winarko