LENSAINDONESIA.COM: Banyaknya kasus sekolah yang rusak hingga akhirnya roboh, dianggap kesalahan dari pihak sekolah yang lebih mementingkan perlengkapan sekolah dibandingkan kondisi bangunannya.

“Kalau mau ngomong hampir semua sekolah kayu-kayu yang biasa itu pasti rawan rubuh. Anggarannya beli meja, beli filing cabinet melulu dari kemarin daripada perbaiki sekolah,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama(Ahok) di Balaikota, Rabu (27/11/13).

Selain itu Mantan Bupati Belitung Timur ini menyindir terkait pengajuan anggaran untuk pemasangan CCTV di sekolah anggarannya di ajukan hingga 3 miliar.

“Pasang CCTV diajuin tahun depan Rp.3 miliar, padahal dana Rp.3 miliar bisa perbaiki semua atap, semua plafon. Ngapain pasang CCTV? Mau menyaksikan atap roboh direkam dengan CCTV? Canggih Rp.3miliar satu sekolah, kan gila itu,” ungkap Ahok.

Ahok menegaskan terkait pengajuan dana untuk CCTV, pihaknya dengan tegas akan mencoretnya dan sistem e-budgeting nantinya akan lebih bisa mengontrol pengeluaran anggaran.

“Kita musti coret. Kalau nggak ada e-budgeting, kita coret nanti beranak lagi. Jadi nggak usah dibahas anggaran 2014 kalo gitu caranya,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, plafon atap kelas IV Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Pademangan Barat, ambrol, Selasa (26/11/13). Plafon berukuran 3×4 tersebut ambrol sekitar pukul 11.00 saat anak-anak di kelas sedang belajar.

Tak ayal, salah seorang siswa kelas IV, Wahyu Susanto (9), mengalami luka di bagian kepala. Sontak kejadian itu menyebabkan kegiatan belajar mengajar dihentikan oleh pihak sekolah.

SDN 05 Pagi Pademangan Barat, dibangun pada tahun 1962 dengan luas lahan sekitar 850m2. Renovasi terhadap bangunan sekolah terakhir dilakukan pada tahun 2008 lalu. @silma/noviar