LENSAINDONESIA.COM: Mendengar kabar mantan Wali Kota (Walkot) Surabaya Bambang Dwi Hartono (DH) yang ditetapkan menjadi tersangka gratifikasi senilai Rp 720 juta, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok) mengaku terkejut dan baru mengetahui hal ini.

“Aku enggak tahu, belum baca beritanya. Gratifikasi apa? Mesti jelas dulu permasalahannya,” kata Ahok, di Balaikota Jakarta Pusat, Kamis (28/11/13).

Namun orang nomor dua di Jakarta yang mengungkapkan keinginannya berdampingan dengan Bambang jika dirinya kelak menjadi Gubernur DKI, tetap tak mempercayai kabar Bambang menerima gratifikasi dari DPRD tersebut, “Masak DPRD kasih gratifikasi? Enggak tahu lah,” ujar Ahok.

Perlu diketahui Bambang ditetapkan menjadi tersangka kasus gratifikasi DPRD dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya oleh Subdit III Korupsi Ditreskrimsus Polda Jatim, Rabu (27/11/13) kemarin. Nilai gratifikasi yang dipersoalkan adalah Rp 720 juta. Pada hari penetapannya sebagai tersangka, Bambang juga langsung diperiksa.

Dan sebelumnya Ahok mengharapkan, seandainya nanti Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) maju menjadi calon presiden, dan Basuki menjadi Gubernur, Bambang yang diharapkan dapat mendampinginya memimpin Jakarta. @silma/noviar