LENSAINDONESIA.COM: Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden RI meminta semua pihak, yang sedang mengusahakan pemulangan para pengungsi Syiah ke Sampang Madura, mengedepankan perdamaian. Sehingga kedepannya tak terulang.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Rekonsiliasi Pengungsi Syiah, Prof. DR. Abdul A’la, usai melaporkan perkembangan kasus Syiah kepada SBY dalam kunker di wilayah Jawa Timur saat berada di Sampang, Madura, Rabu (4/12/2013).

Pihaknya bersama Pemprov Jawa Timur berkomitmen untuk mewujudkan perdamaian antar kelompok aliran agama tersebut segera tercapai. Bahkan hingga saat ini tim rekonsiliasi masih terus melakukan pendekatan kepada masyarakat aliran Sunni di Sampang, agar mau menerima dan menghormati para pengungsi Syiah yang akan dikembalikan ke kampung halamannya.

“Ya cara-cara pendekatan itu terus kita lakukan. Baik secara informal dan formal, kayak mendatangi masyarakat disana (Sampang) juga datang ke pengungsi (Syiah) agar masalah ini cepat selesai,” jelasnya pada LICOM, Rabu (4/12/2013).

Disinggung terkait adanya instruksi dari Presiden akan kasus ini, dia membantahnya. “Tidak ada itu. Pak Presiden cuma ngomong tolong jangan sampai ada korban lagi dan tolong diselesaikan dengan mengedepankan cara-cara damai,” katanya seraya menirukan pesan SBY.

Sementara untuk jumlah pengungsi Syiah yang saat ini sudah berhasil dipulangkan ke Sampang baru sebanyak 5 orang. Menurut A’la, kondisi kelimanya saat ini bisa diterima baik oleh para kerabatnya di Sampang.

“Memang dari progresnya, angka 5 itu kecil. Saya berharap kedepan jumlahnya terus bisa bertambah. Dan kelimanya dalam keadaan aman berbaur dengan masyarakat sekitarnya,” pungkas pria yang juga Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya ini.@sarifa