LENSAINDONESIA.COM: Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama mengungkapkan bahwa keberadaan Gardu Listrik bertegangan tinggi di lingkungan sekolah SMKN 36 Jakarta di Jl Baru Kosambi, Kelurahan Kalibaru, Cilincing, dinilai tak masalah, asalkan keamanannya dijamin oleh pihak PLN.

“Kan dari PLN nanti dicek. Kita pengen semua nanti ke depan pake ducting. Kabelnya tidak ada lagi yang diatas,” ujar Ahok di Balaikota, Kamis (12/12/13).

Saat dipertanyakan apakah akan dilakukan pemindahan atau tidak terhadap keberadaan Gardu itu, Mantan Bupati Belitung Timur ini justru dengan tegas mengatakan bahwa tidak akan melakukan pemindahan terhadap Gardu yang selama ini dikeluhkan oleh guru dan murid.

“Tidak akan ada pemindahan, tidak,” tegas Ahok.

Sebelumnya diberitakan, keberadaan sebuah Gardu Listrik di dalam lingkungan SMKN 36 Jakarta di Jl Baru Kosambi, Kelurahan Kalibaru, Cilincing, dikeluhkan pihak sekolah. Selain mengkhawatirkan radiasi dari tegangan listrik, pihak sekolah juga merasa khawatir. Pasalanya, di tahun 1999 pernah terjadi petir yang menyambar Gardu yang menyebabkan retaknya bagian lantai di sekitar Gardu.

Keberadaan Gardu Listrik tersebut terletak di dalam bagian belakang gedung sekolah. Lokasinya tepat berada di bawah Masjid sekolah yang diapit oleh bangunan sekolah setinggi 3 lantai. Selama ini, selain menimbulkan bunyi dengung, Gardu Listrik tersebut mengeluarkan hawa panas yang terasa hingga di sekitarnya.

Awalnya, di sekolah dengan lahan seluas 5800 m2 tersebut berdiri Sekolah Teknik (ST) 12. Namun, sejak tahun 1978 dia berubah menjadi Sekolah Tinggi Mesin (STM) 9 dan berubah lagi menjadi SMKN 36 sejak tahun 1996.

Sekolah yang terus berkembang dan memiliki 8 program keahlian dengan jumlah murid sebanyak 925. Delapan program tersebut ialah Teknik Permesinan, Teknik Kendarangan Ringan, Teknik Alat Berat, Nautika Kapal Penangkapan Ikan, Teknika Kapal Penangkapan Ikan, Teknik Komputer Jaringan, Agri Bisnis Perikanan dan Multi Media. @silma