LENSAINDONESIA.COM: Ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva memilih bungkam dalam menghadapi pertanyaan wartawan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Kamis (12/12/2013). Ia berdalih akan melakukan konferensi pers di gedung MK untuk menjelaskan perihal pemeriksaannya.

“Anda-anda nanti datang saja ke kantor, tidak ada keterang apapun yang saya berikan di sini,” ujar Hamdan saat keluar gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

Hamdan hari ini diperiksa sebagai saksi untuk dimintai keterangan seputar kasus suap sengketa Pilkada MK. Sebelum memanggil Hamdan, KPK sudah terlebih dahulu memintai keterangan kepada dua Hakim Konstitusi, yaitu hakim Anwar Usman dan hakim Maria Farida.

Selain itu, Panitera MK Kasianur Sidauruk dan panitera pengganti Syaiful Anwar juga ikut dimintai keterangan oleh KPK untuk kasus yang sama. Sejauh ini, KPK masih mendalami peran Akil disaat sebagai Ketua Mahkamah konstitusi dalam mengatur pemenangan Pilkada.

Namun, sejauh ini peran Akil dalam aktor intelektual pengaturan pemenangan Pilkada belum terbukti. Berdasarkan keterangan dua hakim yang sudah diperiksa, baik Anwar dan Maria, keduanya mengaku tidak pernah ada intervensi dari Akil dalam merumuskan putusan perkara. @rizky