LENSAINDONESIA.COM: Bisnis Plan Merpati yang diberikan pemerintah 1 bulan, sudah jatuh tempo hari ini (12/11/2013). Menurut Menteri BUMN, Merpati didalam bisnis plannya, sudah mendapatkan investor baik dalam negeri maupun luar negeri yang nantinya akan bahas kembali di Menteri Koordinator Perekonomian.

“Merpati agak panjang, nanti nunggu rapat dari Menteri Koordinator Perekonomian (Menko), dirapatkan dulu di Menteri Koordinator Perekonomian (Menko), ada 9 investor baik dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Menteri BUMN, Dahlan Iskan kepada LICOM di Gedung Kementrian BUMN, Jakarta, Kamis (12/11/2013).

Sebelumnya, Merpati banyak dilirik oleh 15-an investor domestik maupun asing untuk menjalankan bisnis plannya.

“Dengan “Green light” Merpati tidak tutup, itu banyak sekali partner yang mengajukan untuk kerjasama operasional tawaran-tawarannnya banyak, menarik sekali, ada yang dari luar negeri ada yang dari dalam negeri, ada sekitar 15-an tapi itu kalau sudah “green light,” ungkapnya seusai acara penandatangan PT Inalum, Senin (9/11/2013).

Dahlan juga menjelaskan, bahwa Merpati masih memiliki hambatan, seperti utang Merpati yang ke Pertamina tentang fuel (bahan bakar). Utang tersebut tidak bisa dibayar dengan tidak cash (tunai), melainkan dibayar dengan semacam surat utang dari investor.

Menurutnya, jika Merpati digabungkan ke saham Garuda, akan dapat membuat Pihak Garuda pusing. “Garuda mempunyai urusan dengan citilink nya aja masih pusing, memang belum ada rencana, soalnya kan masih jauh,” jelasnya. @rina