LENSAINDONESIA.COM: Diduga tidak pernah memberikan “setoran”, petugas Kepolisian dari  Mapolsek Menteng menahan tiga orang pegawai Restoran Eatology, Jalan Sabang, Menteng Jakarta Pusat.

Petugas polsek Menteng yang datang ke Restoran sekitar Pukul 11.00 WIB selasa (10/12) lalu tanpa membawa surat perintah penggeledahan maupun penahanan juga mengambil 17 botol wine lokal dengan dua merk berbeda.

Vian, salah seorang karyawan Eatology mengatakan peristiwa yang mengakibatkan ketiga rekan kerjanya ditahan itu terjadi pada selasa lalu(10/11) sekitar pukul 11.00WIB dimana tiga petugas polsek Menteng datang ke restoran dan tanpa ada perkataan apapun kepada pihak pengelola langsung petugas langsung meminta kunci tempat “wine bar”, selanjutnya petugas mengambil 17 botol wine lokal dengan dua merk berbeda.

Sebelumnya petugas juga sempat menanyakan bar code yang ada pada botol wine import namun usai salah seorang petugas menjelaskan bahwa wine lokal tidak pernah menggunakan bar code. Petugas yang diduga tak terima dengan penjelasan tersebut, langsung membawa tiga orang karyawan, yakni Sukong, Dian dan Yoga.

“Saya tidak mengerti kenapa polisi bukan melindungi, tapi malah melakukan teror dengan menahan karyawan kita yang terlihat gugup,” ujarnya kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (11/12/13).

Vian menduga bahwa apa yang dilakukan petugas Polsek Menteng lantaran pihaknya tidak pernah memberikan “setoran” ke pihak Polsek. Pasalnya selama ini petugas kerap meminta setoran, namun Vian yang mengerti hukum terus menolak, sebab pihaknya sudah membayar pajak, juga membayar keamanan kepada pihak keamanan di wilayah tersebut.

“Jika polisi berbuat semena-mena, apa bedanya mereka dengan preman yang sering memeras, cuma mereka memiliki seragam saja,” tuturnya.

Vian memastikan bahwa semua minuman yang ada di restoran Eatology semuanya dilengkapi ijin resmi dari penyalur yang berkantor di kawasan Pluit. Dirinya bahkan sempat menunjukkan surat-surat kelengkapan seluruh minuman. Baik minuman lokal maupun import dan mayoritas surat-surat minuman baru habis masa berlakunya pada 2017.

Dikonfirmasi, Kapolsek Menteng, AKBP Budi Irawan membenarkan adanya penahan terhadap tiga karyawan restoran Eatology. Budi menjelaskan tindakan penahanan yang di lakukan anak buahnya merupakan buntut dari Razia yang dilakukannya minggu lalu.

“Di kawasan tersebut ada toko yang menjual minuman beralkohol tanpa surat ijin,” ujarnya.

Budi mengatakan, bahwa penahanan yang dilakukan oleh petugasnya itu dilakukan lantaran untuk melakukan pemeriksaan terhadap ijin penjualan minuman berlakohol.

“Jika kita ambil barangnya saja, kemudian siapa yang kita mintai keterangan, untuk itu kita bawa tiga karyawan,” ucapnya.

Budi mengatakan, jika dari keterangan tiga karywan ditemukan ada pelanggaran, tentu akan ada pemeriksaan lanjutan. @silma