Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Sailor Moon, tokoh film kartun yang biasa kita saksikan di TV,  bersama ketujuh sailor lainnya telah tampil dalam tarian ballet, di Ciputra Hall, Citraland Surabaya.

Acara tersebut di suguhkan oleh Premiere School Of Ballet dengan 2 pentas akbar berjudul “Sailor Moon” dan “Sylvia”.  Menurut Sylvi Penggawean, ST, ARAD, RAD Teaching Cert, ide awal tarian “Sailor Moon” tersebut berawal dari  Jepang yang dibuat oleh Naoko Takeuchi.

“Kami ingin memproduksi murni sebuah karya yang sekolah ballet lainnya belum ada yang menampilkan. Dan Saya mengadaptasi tokoh Jepang Sailor Moon yang sedang booming lagi saat ini,” katanya saat ditemui LICOM.

Tarian ballet itu menceritakan asal muasal Sailor Moon, putri dari Queen Serenity, dari Kerajaan Silver Millenium yang kemudian diporakporandakan oleh Nehelenia, yang ingin merebut kristal perak untuk mengusai dunia. Nehelenia kemudian dapat diusir dari kerajaan Silver Millenium oleh Prince Endymion, tunangan Sailor Moon, yang tak lain adalah Princess Serenity.

Dalam pentas tersebut semua penari ballet seolah memainkan perannya sebagai penghuni Kerajaan Millenium, dikirim ke bumi untuk menghindari serangan Nehelenia. Namun, Nehelenia mengetahui rencana tersebut dan berusaha mengelabui penduduk Millenium dengan mengadakan sirkus melalui kaki tangannya.

Kemudian sijahat Nehelina menghipnotis seluruh penduduk Kerajaan Silver Millenium untuk diserap energi dan menambahk kekuatan. Sayangnya, usaha Nehelenia bisa dikalahkan oleh  kekuatan kristal perak yang dibawa oleh kucing Kerajaan Silver Millenium Luna, Sailor Moon dan kawan-kawannya.

Sylvi mengaku, kesulitan dalam mempertemukan pemainnya secara lengkap saat latihan menjadi kendala. Sehingga membutuhkan waktu latihan latihan selama 3 sampai 4 bulan.

Pementasan ini mengikutsertakan 150 Murid Premier School, dengan durasi 60 menit. “Semua jalan cerita kami sajikan dengan tari ballet, jenis Demi Ballet. Beberapa gerakan ada yang seperti sirkus dan memainkan karakter peran. Tidak terlalu klasik, tapi masih ada unsur ballet,” urainya

Beberapa gerakan itu diantaranya, memainkan hula hop, tongkat sakti, gelang gelang, serta pita.  Ada juga yang berperan sebagai badut, gajah dan kuda poni, dimainkan murid dari umur 5 tahun hingga senior dan guru-guru berumur 40 tahun.

Sebelum tarian Sailor Moon berlangsung, diawali dengan tarian berjudul “Sylvia” yang dimainkan oleh murid senior Premier Of Ballet. Tarian ballet klasik tersebut merupakan adaptasi dari Koreografi Sir Frederick Ashton untuk The Royal Ballet (1952).

Menceritakan tentang keasyikan berburu Sylvia dan teman temanya di hutan, kemudian terusik oleh Amintha yang mengintip mereka. Lalu, di luar kehendak Sylvia Amintha, akhirnya ditangkap dan dipanah oleh teman teman Sylvia, tetapi akhirnya Amintha dihidupkan kembali oleh Dewi Aphrodite.

Tetapi Orion seorang saudagar kaya bernama Orion juga menyukai keindahan Tubuh Sylvia dan menculiknya. Sayangnya, setelah diculik Sylvia yang cerdik berhasil melarikan diri dari ikatan Orion. Beruntungnya Sylvia berhasil kembali dipertemukan oleh Amintha dan akhirnya mereka saling jatuh hati yang direstui oleh Dewi Aphrodite.

Sylvia mengaku, acara kali ini adalah pementasan besar yang digelar 2 tahun sekali oleh Premiere School Of Ballet Surabaya. “Dengan penampilan kali ini harapan kami, bisa melatih murid murid untuk tetap eksis tampil di skala nasional dulu, dan masyarakat bisa tahu penampilan Premier School of Balet dipenghujung tahun 2013, dimana tempatnya kali ini sangat memadai,”harap Sylvia. @syska_liana