LENSAINDONESIA.COM: Santa Claus membagikan permen sambil mengayuh odong-odong. Peristiwa unik ini terjadi di bekas lokalisasi Tambak Asri, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kremil, Minggu kemarin.

Yang lebih unik lagi, munculnya makluk suci ini demi merayakan Hari Ibu, yang bertepatan dengan tanggal 22 Desember.

Aksi yang digelar oleh Komunitas Peduli Kremil (KPK) dan Taruna Ganyang dan Bongkar Narkoba (Nagabonar) ini sengaja melibatkan sosok Santa Claus. Karena, selain untuk memperingati Hari Ibu, aksi simpatik tersebut juga untuk menyambut Hari Natal yang tinggal hitungan jari.

Yang menarik, sosok Santa Claus lengkap dengan kostum dan topi bernuansa merah serta berjanggut putih tersebut tidak berkeliling dengan kereta rusanya. Namun, menggunakan kereta odong-odong berbentuk perahu tersebut dikayuh Santa Claus mengelilingi kampung yang terletak di kawasan Utara Surabaya. Ketika menjumpai anak-anak, dengan suara khasnya, Santa tersebut menawarkan mereka untuk naik.

“Hoo…Hoo…Hoo…” kata Santa. “Ayo, anak-anak, naik Odong-Odong punya Santa ini. Gratis kok. Tenang saja,”ujar Santa sembari mengangkat mereka satu-persatu.

Setelah anak-anak tersebut naik, lalu Santa mengayuh odong-odong sembari memutar lagu anak-anak dari tape kaset yang sudah termasuk fasilitas. Dua lagu sudah selesai mengalun, anak-anak tersebut lalu turun. Dan Santa pun masih memberi bonus berupa permen lolipop. Tak hanya anak-anak, namun ibu-ibu yang menunggui buah hati mereka juga mendapatkan sekuntum bunga mawar dari Santa.

“Hoo…Hoo…Hooo…Selamat Hari Ibu ya. Dan tolong jaga buah hatinya dan jauhkan mereka dari bahaya narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang),” kata Santa sambil memberi bunga dan brosur seputar pemahaman narkoba dan bahayanya.

Menurut Daniel Lukas Rorong, Ketua Komunitas Peduli Kremil (KPK) yang juga berperan menjadi Santa Claus, aksi simpatik ini memang sengaja dibuat berbeda untuk memperingati Hari Ibu.

“Tak hanya bagi-bagi bunga, tapi kami juga ingin memberikan pemahaman pada kaum ibu akan bahaya Narkoba. Sebagai pondasi dari keluarga, kaum ibu mempunyai peran yang sangat penting untuk menghindarkan buah hati mereka dari pengaruh narkoba sedari dini,” jelas Daniel yang juga Ketua Bidang Sosial Organisasi Kemasyarakatan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Indonesia (Perindo) Jawa Timur dan Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Surabaya ini.

Lanjutnya, Santa Claus dan pembagian permen, memang sengaja dimunculkan sebagai simbol untuk menyambut perayaan Hari Natal. Santa yang rela menjadi tukang odong-odong juga memberikan pesan pada seluruh umat Kristiani agar merayakan Natal secara sederhana.

“Karena itulah hakekat dari Natal yang sesungguhnya, yakni kesederhanaan sekaligus menggambarkan bahwa kasih Natal untuk semua. Apalagi situasi rakyat sekarang ini masih banyak yang hidup serba kekurangan dan dibawah garis kemiskinan ,” tambah  Caleg DPRD Surabaya Nomer Urut 10 dari Partai Hanura.

Sementara itu, Yohanes Natal Isa, Sekretaris Jenderal Nagabonar  berharap, pasca penutupan Lokalisasi Tambak Asri, warga diimbau agar tidak terlibat menjadi pengedar apalagi bandar Narkoba.

“Karena bagaimanapun, tak sedikit warga yang terkena dampak dari penutupan lokalisasi ini secara ekonomi. Nah, kami mengimbau pada mereka agar tidak memilih jalan pintas untuk mendapatkan uang dengan menjadi pengedar apalagi menjadi bandar Narkoba,” harap Yohanes.@syska_liana