LENSAINDONESIA.COM: Warga Desa Banjarejo, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, mengusir jamaah Majelis Tafsir Alquran (MTA), agar tidak melakukan kegiatan di kampungnya, Senin (23/12/2013). Karena warga setempat menilai, MTA meyimpang dari ajaran Islam pada umumnya.

Jamaah MTA Banjarejo menolak tudingan menyimpang dan bersikukuh tidak akan membubarkan diri, karena keberadaannya dilindungi undang-undang. Namun, karena aparat setempat tidak menginginkan ada kericuhan, jamaah MTA diminta menghentikan sementara kegiatan keagamaannya.

Kesepakatan itu setelah adanya dialog antara warga Desa Banjarejo dan jamaah MTA di kantor Kecamatan Barat, diprakarsai camat setempat. Dialog antar warga Banjarejo dan pengikut MTA itu berjalan alot, karena keduanya bersikukuh pada pendiriannya.

Tapi setelah dijelaskan aparat setempat, pihak jamaah MTA bersedia menghentikan sementara kegiatan keagamaan mereka di desa itu.

“Jamaah MTA bersedia menghentikan sementara kegiatan keagamaan di Desa Banjarejo. Karena itu, warga Desa Banjarejo kami harapkan bisa menahan diri. Mudah-mudahan kesepakatan ini bisa saling dihormati. Karena itu kami minta warga bisa pulang kerumahnya masing-masing,”seru Yok Muryadi, Camat Barat, di hadapan ratusan massa yang mendatangi dialog.

Pembubaran kegiatan jamaah MTA dilakukan warga setempat saat ada pengajian rutin di rumah Hj Amirsari, warga Desa Banjarejo, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan. Penolakan kegiatan jamaah MTA di Desa Banjarejo itu melibatkan ratusan orang, dipimpin Agus Tri Widodo, Kepala Desa (Kades) Banjarejo dan Purwadi, tokoh agama setempat.

Pengajian jamaah MTA dirumah Hj Amirsari itu rutin dilakukan, sejak Agustus 2013 lalu. Selama ini,  tidak ada keluhan dari warga setempat. “Kegiatan jamaah MTA di desa ini sangat meresahkan warga dan ajaran MTA bertentangan dengan pemahaman agama dan budaya masyarakat,” ujar Agus Tri Widodo.

Pertemuan berlangsung dari pukul 12.00 WIB itu berakhir sekitar pukul 16.25 WIB. Namun massa belum membubarkan diri, karena masih ada pimpinan MTA di dalam ruangan. Pimpinan MTA akhirnya dievakuasi aparat dan massa pun membubarkan diri.@arso