LENSAINDONESIA.COM: Mendengar kabar akan dilakukannya perombakan besar-besaran yang diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok), lantaran adanya dugaan kecurangan yang melibatkan berbagai pihak dalam tes lelang jabatan Kepala Sekolah (Kepsek). Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto justru enggan berkomentar.

Padahal sebelumnya meskipun terdengar pasrah dan akan mendukung semua tindakan yang dilakukan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk menindak lanjuti kabar kecurangan itu, namun kali ini Taufik justru enggan berkomentar.

“Tanggapan pernyataan Wagub yang akan lakukan perombakan besar-besaran? Kalau itu saya “No coment”,” ujar taufik dengan ucapan yang sama saat dipertanyakan berulang-ulang.

Sebelumnya Ahok menyatakan, saat ini proses test lelang Jabatan Kepsek telah memasuki tahap II, namun terkait formulanya pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang lebih mengetahui.

Ahok mengungkapkan, bahwa untuk hasil tes sebelumnya belum ada hasil dari pihak BKD, namun nantinya BKD akan melakukan pengurangan nilainya.

Namun Ahok menegaskan, pihaknya akan melakukan perombakan secara besar-besaran, terlebih dahulu mulai dari Kadis, Eselon II, Sekda dan lainnya.

“Jadi nanti ada yang BKD kurangi nilainya. Jadi porsi itu lebih kecil. BKD yang urus. Kita lagi siapin mau ganti perombakan besar-besaran lah. Abis libur ini,” ungkap Ahok.

Perlu diketahui, sebelumnya sejumlah organisasi guru mempersoalkan keabsahan tes lelang jabatan Kepsek yang saat ini sedang berlangsung di DKI Jakarta.

Ketiga organisasi guru tersebut adalah Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), dan Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ).

Berdasarkan laporan dan bukti-bukti yang diterima oleh ketiga organisasi guru tersebut, dari sejumlah guru peserta lelang jabatan Kepsek, ada dugaan terjadi kecurangan sistemik yang melibatkan Musyawarah Kepala-kepala Sekolah (MKKS), Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). @silma