LENSAINDONESIA.COM: Partai Demokrat dan Partai Gerindra dinilai sebagai partai yang sangat pas untuk berkoalisi dalam Pilpres 2014 mendatang. Penilaian ini disampaikan oleh Direktur Political Communication Institute, Heri Budianto setelah mengamati pasca pertemuan antara SBY dan Prabowo Subianto di Istana Negara beberapa hari lalu. Apalagi setelah sebelumnya dari kedua pengurus partai masing-masing memberikan sinyal koalisi.

“Saya melihat kok chemistry Gerindra dan Demokrat kena ya. Sinyal kuat keduanya akan bersatu, keduanya sama-sama punya keuntungan dan kepentingan, ” ujar Heri Budianto kepada LICOM, Sabtu (28/12/13).

Penilain ini menurut Heri didasarkan pada dua alasan. Pertama, Gerindra menyadari betul betapa sulitnya menembus angka 20 presidential threshold, mau tidak mau Gerindra harus mencari partai dan partai yang memungkinkan diajak kerja sama adalah Demokrat.

“Mau ke PDIP gak tembus, Golkar juga seperti itu. Berikutnya siapa? Ya Demokrat,” jelasnya.

Alasan kedua lanjut Heri adalah, bahwa Demokrat akan bersikap realistis karena sadar betul perolehan suaranya terjun bebas pasca beberapa kader elit terlilit kasus korupsi.

“Ingat, Pramono Edhi pernah bilang bahwa Demokrat harus bersikap realistis dengan hanya mengusung Capres andai suaranya juga tidak tembus 20 persen presidential threshold. Dan ini yang dikejar Prabowo,” terang Heri.

“Dan satu lagi, Demokrat tidak punya tokoh yang besar setelah SBY. Sementara sisi lain, Prabowo dengan tingkat elektabilitasnya yang tinggi jadi alasan juga dilirik oleh Demokrat,” sambung doktor ilmu komunikasi politik jebolan UGM Yogyakarta ini.

Sebelumnya, kedua pengurus partai politik ini telah memberikan pernyataan yang memungkinkan sinyal koalisi partai berlambang Garuda dan Mercy ini bersatu.

“Ya politik itukan semua hal bisa terjadi. Tidak menutup kemungkinan ada koalisi,” ujar Jubir Demokrat, Ruhut Sitompul di Jakarta, Kamis (26/12/13).

Gerindra juga dalam kesempatan sebelumnya, Rabu (25/12/13) dalam statement bersayapnya menunjukkan kemungkinan kearah koalisi dari partai yang didirikan oleh dua petinggi militer itu, SBY dan Prabowo.

“Kalau dalam pertemuan sejarahnya kan mereka satu angkatan, sehingga ikatan emosional lebih kuat,” ujar Ketua Umum Gerindra, Suhardi saat dihubungi wartawan, @firdausi