Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEALTH

Dinkes Jatim jamin 181 rumah sakit siap layani pasien BPJS 

LENSAINDONESIA.COM: Saifullah Yusuf, Wagub Jatim dalam acara pembukaan JKN dan BPJS Kesehatan Provinsi Jatim mengklaim bahwa rumah sakit (RS) pemerintah di seluruh Jatim akan siap melayani sebanyak 17,1 juta jiwa atau 40 persen masyarakat Jatim.

Jumlah ini merupakan peserta peralihan otomatis peserta Jamkesmas, Jamsostek dan Askes. Yang terdiri dari Jamkesmas 14 ribu jiwa, PNS 2.163.139 jiwa, TNI 171.846 jiwa, Polri 71 ribu jiwa dan Jamsostek 922,3 ribu jiwa.

“BPJS adalah revolusi yang sangat signifikan di bidang pelayanan kesehatan, karena ini menandakan adanya jaminan kesehatan secara nasional yang mungkin pertama kalinya sejak Indonesia merdeka,” ujar Gus Ipul (Sapaan akrab Wagub) saat pembukaan acara ini di Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSU dr. Soetomo Surabaya, Selasa (31/12/2013).

Program asuransi kesehatan terbaru ini, lanjutnya, secara bertahap akan mengcover seluruh masyarakat Jatim, hingga 100 persen pada tahun 2016 mendatang. Sementara untuk 2014, peserta BPJS ditargetkan bisa mencapai 60 persen.

Sementara, dr. Dodo Anondo, Ketua PERSI Jatim mengungkapkan, pelaksanaan BPJS ini didukung fasilitas kesehatan oleh 181 RS, baik milik pemerintah maupun swasta, serta 960 Puskesmas yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Jatim.

“Yang terdaftar ada 300, tapi yang siap baru 181 rumah sakit. Dan yang belum itu akan segera menyusul. Tapi untuk rumah sakit pemerintah sudah 100 persen ikut menerapkan, karena itu wajib,” tegas pria yang juga Dirut RSU dr. Soetomo ini.

Pada kesempatan tersebut, selain Gus Ipul dan dr. Dodo, turut hadir pula dr. Harsono, Kepala Dinkes Jatim, Edi Purwinarto, Asisten III Setdaprov Jatim dan Kisworowati Kepala Regional VII PT ASKES.

Diketahui, selama ini pengelola jaminan kesehatan ditangani oleh PT Asuransi Kesehatan Sosial (ASKES), PT Jamsostek (Persero) dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), maka mulai 1 Januari 2014 mendatang hanya dikelola oleh BPJS.

Hal ini sesuai amanat UU Nomor 40 Tahun 2004, transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang asuransi kesehatan PT ASKES, menjadi BPJS Kesehatan, yang diberlakukan serentak se-Indonesia pada 1 Januari 2014 besok.@sarifa