Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Jawa Timur

Tuntaskan program e-KTP, Pemprov Jatim harus jemput bola 

LENSAINDONESIA.COM: Komisi E DPRD Jawa Timur minta Pemprov segera menuntaskan target pelaksanaan KTP elektronik (e-KTP) tahun 2014. Saat ini masih ada sekitar 1,2 juta penduduk Jatim yang belum melaksanakan program e-KTP.

Sugiri Sancoko, Ketua Komisi E DPRD Jatim menilai, dalam pelaksanaan e-KTP,  Pemprov Jatim harus jemput bola. “Bentuknya bisa apa saja, yang penting itu harus jemput bola,” katanya pada LICOM, Selasa (7/1/2014).

Dia mencontohkan, seperti halnya penyediaan mobil keliling dalam pelayanan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM). Masyarakat langsung didatangi dan cara itu dinilai tepat, terutama untuk warga yang tinggal di pelosok.

“Bisa jadi, warga rumahnya di pedesaan atau pegunungan, jarak dengan kantor kecamatan sangat jauh. Belum lagi prosesnya yang lama dan ribet, maka petugaslah yang harus mendatangi mereka. Dengan jemput bola itu tadi,” tegas kader Partai Ðemokrat ini.

Dihubungi terpisah, Sukadi, Kepala Bidang Pendataan Kependudukan Disnakertransduk Jawa Timur mengatakan, jumlah prosentase warga Jatim yang belum melakukan perekaman e-KTP sekitar 5 persen. Kendalanya antara lain  tidak dilaporkannya penduduk yang sudah meninggal, serta domisili penduduk di luar negeri.

“Sebagian besar mereka yang tidak mengurus e-KTP adalah karena menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di luar negeri. Tapi nama mereka masih tercatat sebagai penduduk di tempat asalnya,” paparnya.

Untuk sebaran wilayah yang terbanyak belum menuntaskan e-KTP, yakni di Kabupaten Malang, Tulungangung, Ponorogo, serta kantong-kantong TKI lainnya. “Surabaya juga termasuk. Karena banyak penduduk migran di sini,” paparnya.

Pihaknya meyakini, dalam waktu dekat sisa sebanyak 1,2 juta penduduk akan segera mengurus e-KTP. Disnakertransduk Jatim telah bekerjasama dengan Dispendukcapil yang ada di seluruh kabupaten/kota se-Jatim untuk memproses kembali penduduknya.@sarifa

Baca Juga:  Mundur dari Menpora, Imam Nahrawi pamit pada pegawai dan staf