LENSAINDONESIA.COM: Puluhan Bonek mania pendukung Persebaya Surabaya (ISL) kembali mendatangi kantor Dispora Surabaya di Jl Jimerto Lantai 4, Selasa (8/1/2014). Alasannya green force kembali gagal latihan di Gelora 10 Nopember, karena pintu stadion terkunci.

Padahal, sehari sebelumnya Edy Santoso, Kasubag Olahraga Prestasi Dispora Surabaya menyatakan, bahwa Stadion Tambaksari bisa dipakai untuk latihan. Namun sayang aksi ini tidak mendapat hasil karena Hidayat Syah, Kepala Dispora Surabaya tidak berada di kantor.

“Kita tidak bisa menemui orang Dispora. Kosong mas, katanya tugas luar semua,” ucap salah satu anggota Linmas yang sedang bertugas sembari berdiri di depan pintu masuk kantor Dispora.

Merasa kecewa, sejumlah Bonek yang dipimpin Okto Tyson bergeser ke balai kota, berniat untuk melaporkan kejadian yang dialami para pemain persebaya ke walikota, sebagai pemangku kebijakan.

Namun saat masih di ruang loby, bertemu dengan Sumarno, Kepala Bakesbanglinmas dan kemudian menyampaikan maksud dan alasannya menemui Walikota Surabaya.

Mendengar kronologis yang diceritakan Okto Tyson, Sumarno spontan menghubungi kantor Dispora untuk klarifikasi. Sebagai pimpian SKPD yang membidangi soal kemanan, sosial dan poltik, Sumarno  terlihat kecewa dan marah kepada si penerima telpon yang diduga adalah sekretaris Dispora.

“Ini bagaimana, kok nggak ada yang nemui, kalau tidak ada siapapun, sekretatis kan ada? Jangan malah di pimpong dan saling lempar begini!” Ucap Sumarno via ponselnya sembari melangkah menuju kantor Walikota.

Sementara Okto Tyson mengaku sangat kecewa dengan Dispora Surabaya, yang dengan sengaja mengunci pintu Stadion Tambaksari tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, sehingga mengecewakan sejumlah pemain yang datang dan siap berlatih.

“Karena berfikir tidak ada masalah, maka sejumlah pemain Persebaya datang untuk latihan, dan kami sangat kaget saat mendapati pintu stadion yang telah terkunci. Makanya kita mempertanyakan pernyataan pejabat Dispora yang mencla-mencle,” tandas okto.@iwan_christiono