LENSAINDONESIA.COM: Advokat Peradi, Yoni Hari Basuki yang terjerat kasus penggelapan mobil cicilan, dikabarkan telah dieksekusi Kejaksaan Tanjung Perak dan dibawa ke Rutan Medaeng, Rabu (8/1/2014). Hal itu dibenarkan Aspidum Kejati Jatim, Andi Taufik yang menjelaskan melalui pesan singkat kepada LICOM.

Sebelumnya, melalui putusan bernomor 409 K/Pid/2012 tertanggal 8 Mei 2012, Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan Kasasi yang diajukan Yoni. Dengan keluarnya putusan Kasasi itu, maka secara otomatis Kejari Tanjung Perak sebagai eksekutor, harus menindaklanjuti putusan yang telah berkekuatan hukum tetap dengan segera melakukan eksekusi terhadap Yoni.

Pada Desember 2013, Yoni sempat meminta penundaan eksekusi dengan alasan berangkat umrah ke tanah suci, dan berjanji bakal menyerahkan diri sepulang umrah, 5 Januari 2014. Namun diduga Yoni tak sepenuh hati memenuhi janjinya tersebut.

Sekedar diketahui, kasus yang melibatkan advokat anggota Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) dengan NIA (Nomer Induk Anggota) 13.00052 ini terjadi dalam bulan Agustus 2008 silam.

Ketika itu advokat ini melakukan pembelian secara kredit mobil Suzuki APV selama 1,5 tahun melalui Indomobil Finance Jl Kombespol M. Duriat dengan uang muka sebesar Rp 20 juta.

Namun di bulan ke 6, Yoni Hari Basuki tanpa seijin Indomobil Finance malah menggadaikan mobil itu senilai Rp 30 juta ke Rini Hari Wijayanti, warga Jl Semolowaru yang kini telah ditetapkan menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang). Akibat ulahnya itu, Indo Mobil Finance dirugikan sekitar Rp 140 juta. @ian