LENSAINDONESIA.COM: Kota Jakarta sudah mulai adanya musim penghujan dan akan dihadang dengan banjir yang akan menggenangi kota Jakarta, wargapun harus siap siaga dalam mengantisipasi banjir seperti halnya di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan maupun Jakarta Barat. Demikian yang di katakan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho saat dihubungi di Jakarta, Kamis (9/1/14).

“Ada beberapa titik genangan air di DKI yang berpotensi banjir yang dikarenakan banyak saluran air yang mampet adanya sampah, sehingga aliran air tidak lancar,”kata Sutopo.

Ia mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi untuk melakukan pencegahan agar tidak direndam banjir nantinya. Pihaknya terusberkoordinasi dengan pihak terkait. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga siap untuk mencegah dan menanggulangi banjir di kota Jakarta.

“Semuanya sudah dilakukan dengan upaya-upaya pencegahan banjir, seperti normalisasi kali Ciliwung, pembangunan lahan dan jugakesadaran dari masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan. Banyak yang saya temukan warga seenaknya buang sampah di kali padahal sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Nomer 3 tahun 2013, tentang kebersihan lingkungan, Perda ini, memang masih baru dan dalam masa transisi. Selanjutnya Perda itu, berfungsi, untuk mengatur warga yang membuang sampah sembarangan dikenakan denda Rp100 ribu hingga 500.000,” ujarnya.

Ia menjelaskan, BNPB saat ini tengah berkordinasi dengan Gubernur DKI Jokowi mengenai pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Selain itu BNPB juga telah memetakan 56 kelurahan rawan banjir yang selanjutnya dibuat rencana konstruksi (renkon) banjir.

“Mengenai pelaksanaan TMC sendiri diperlukan dana berkisar Rp 28 miliar untuk pelaksanaan 4 bulan (Desember 2013 hingga Maret 2014). Pemprov DKI Jakarta sepakat untuk menggelontorkan Rp 20 miliar dari APBD (Anggaran Belanja Daerah) untuk hal tersebut, dan sisanya merupakan dana siap pakai BNPB.

Sementara itu Kasie Kesiagaan Sudin Tramtib dan Linmas Jakarta Timur, Batubara mengatakan, wilayah yang rawan banjir di Kecamatan Jatinegara adalah Kelurahan Kampung Melayu, Bidara Cina, dan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Kramat Jati yaitu Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Cawang, Cililitan, Kramat Jati dan Dukuh, Kecamaatan Ciracas yakni Kelurahan Kampung Rambutan, Kecamatan Makassar di Kelurahan Makasar, Kecamatan Cakung di Kelurahan Ujung Menteng, Rawa Teratai dan Cakung Barat; Kecamatan Pulo Gadung di Kelurahan Kayu Putih.

“Karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya bahaya banjir yang diperkirakan akan terjadi pada pertengahan bulan Januari ini, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah dalam penanggulangan. Kalau terjadi banjir, kami segera menginstruksikan kepada pihak kecamatan maupun kelurahan untuk menyiapkan posko-posko penampungan para pengungsi,” jelas Batubara. @winarko