LENSAINDONESIA.COM: Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama(Ahok), mengatakan bahwa kasus yang menyebabkan Yayan Nurhayati (43), warga Jalan Kecubung 3 Nomor 26 Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim), meringkuk di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jaktim dipastikan lantaran ada perselisihan lain.

Pasalnya jika ditahan hanya karena masalah buang sampah tidak seharusnya sampai ditahan di Rutan Pondok Bambu.

“Kalau cuma gara-gara buang sampah sembarangan tidak akan ditahan di Rutan, itu pasti ada laporan lain,” ujarnya di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (09/01/14).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menegaskan, bahwa kasus tersebut dipastikan tidak ada sangkut pautnya dengan sampah, melainkan kasus sampah yang mencuat hanya sebagai motif lain untuk dapat melakukan penahanan.

“Pasti ada laporan yang tidak ada hubungannya dengan sampah,” tegasnya.

Sebelumnya dikabarkan lantaran masalah sampah, Yayan Nurhayati(43) warga Jalan Kecubung 3 Nomor 26 Duren Sawit, Jaktim, meringkuk di Rutan Pondok Bambu, Jaktim. Kasus ini dipicu oleh keributan antara Yayan dan tetangganya, Yusninan (45).

Peristiwa tersebut berawal pada 1 Juli 2013. Saat itu Yusninan memarahi Yayan karena ada sampah di halaman rumahnya. Ia menuduh Yayan yang membuang sampah tersebut. Pelapor menghina keluarganya dan mengungkit tindakan yang pernah dilakukan mendiang ibu Yayan.

Pada 2 Juli 2013, tiba-tiba datang surat panggilan dari Polsek Metro Duren Sawit untuk Yayan, suami Yayan bernama Syamsul (43), dan tetangganya bernama Suryanah, yang akan dimintai keterangan. Surat panggilan pun berlanjut hingga yang kedua dan ketiga atas laporan penganiayaan yang dituduhkan oleh Yusninan terhadap Yayan. @silma