Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
HEADLINE SPORT

Perpani Jatim mengeluh setelah permintaannya ditolak KONI 

LENSAINDONESIA.COM: Meski punya prestasi mentereng, namun permintaan Pengprov cabang olahraga (Cabor) panahan Jawa Timur (Jatim), tidak dipenuhi KONI Jatim. Padahal yang diminta hanya bantalan sasaran untuk membenahi saran latihan guna mempertahankan prestasi yang telah diraih saat ini.

Pihak KONI justru melihat hal itu tidak sebanding dengan prestasi, padahal Pengprov Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jatim cukup membanggakan Jatim di event Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau kemarin.

Menurut Sekretaris Umum (Sekum) Perpani Jatim, Deny Trisyanto, jika permintaan itu tidak dipenuhi maka akan berdampak pada latihan para atlet. “Ya karena bantalan itu kalau tidak diganti akan merusak mata panah,” ungkap Deny, Kamis (9/1/2014) siang.

Menurut Deny, bantalan yang saat ini bentuknya sudah mulai tidak baik dan banyak yang rusak. Sehingga hal itiu disikapi Perpani untuk meminta suplai dari KONI Jatim. “Harga satu bantalan sekitar satu juta delapan ratus ribu,” pungkasnya.

Jika semua biaya latihan dibebankan ke atlet seperti yag terjadi hingga saat ini, dipastikan hal itu bakal memberatkan para atlet. “Harga satu mata panah sekitar enam ratus ribu. Tentu itu sangat memberatkan atlet panahan karena untuk peralatan, mereka menggunakan biaya sendiri,” terangnya.

Deny menambahkan, para atlet sudah terbebani jika peralatan mereka rusak sehingga jangan sampai mereka lebih berat karena mata panahnya hanya -gara-gara tak ada bantalan sasaran untuk berlatih,” sambungnya. @angga_perkasa

Baca Juga:  Polisi gerebek kos pelaku serangan Polsek Wonokromo