LENSAINDONESIA.COM: Tokoh kemajuan sepakbola Jepang, yang juga mantan pemain klub Inggris, Leighton FC, Tom Byer menilai, belum banyak orang Indonesia yang sadar untuk menginvestasikan uang mereka di bidang sepakbola, terutama di sektor pengembangan pemain muda.

Tom melihat, kebanyakan orang “berduit” Indonesia masih cenderung mengivestasikan uang mereka pada bidang-bidang “mainstream.”

“Belum banyak orang Indonesia yang sadar untuk menginvestasikan uang mereka di bidang sepakbola,” tutur Tom saat ditemui LICOM di Hotel Manhattan, Jakarta, Sabtu (11/01/14).

Tom mengatakan, pemanfaatan sepakbola sebagai lahan bisnis, sebenarnya dapat secara otomatis membawa kemajuan pada perkembangan sepakbola di negara itu.

“Berbicara tentang sepakbola modern, kita berbicara tentang banyak sekali hal. Bisnis sepakbola adalah bagian penting dari sepakbola modern,” ujar Tom.

“Ketika sepakbola telah menjadi bisnis, hal tersebut akan membawa dampak kepada kemajuan sepakbola di negara itu,” tambah Tom.

Tom menambahkan, ketika sepakbola dikembangkan menjadi lahan bisnis, akan ada tindakan nyata dan serius dari para pemegang kepentingan untuk memperbaiki sistem, dimulai dari tiap-tiap klub.

Namun, menurut Tom, memajukan sepakbola melalui bisnis tidak cukup di langkah itu. Investasi dalam bisnis sepakbola tidak bisa berfokus pada pemain-pemain yang telah matang. Menurutnya, menginvestasikan uang pada pengembangan pemain-pemain di usia muda juga harus dilakukan.

“Sekalipun ada (yang menyadari potensi bisnis sepakbola), mereka hanya berfokus memanfaatkan pemain-pemain matang, bukan pada pengembangan pemain-pemain muda. Padahal itu juga potensi besar untuk meraih keuntungan,” jelas Tom. @yudisstira