LENSAINDONESIA.COM: KPU Jawa Timur memastikan jadwal pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Jatim pada 12 Pebruari 2014, tidak akan mengalami perubahan.

Agus Mahfudz Fauzi, Komisioner KPU Jatim menilai jika pelantikan tersebut ditunda, bisa merusak demokrasi. “Meskipun isu-isu tidak sedap terkait gubernur terpilih terus mengemuka. Tidak ada perubahan, jadwal pelantikan tetap akan kita selenggarakan pada 12 Pebruari 2014,” tegasnya pada LICOM, Seni (13/1/2014).

Diketahui, jelang pelantikan pejabat tertinggi di Jatim itu, ada sejumlah isu bermunculan, mulai dari adanya koruptor kelas kakap di Jatim yang diarahkan pada Pakde Karwo (sapaan akrab Soekarwo), lakukan intervensi kasus program penanggulangan sosial ekonomi masyarakat (P2SEM).

Para komisioner KPU Jatim, sebagai lembaga yang menetapkan jadwal pelantikan, tidak akan terpengaruh dengan isu yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Agus menegaskan tahapan pelantikan harus berjalan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

“Sejak dulu, kita tidak pernah terpengaruh dengan isu. Tahapan tetap akan kita lanjutkan sesuai dengan jadwal. Kalau menangggapi isu habis energi kita,” imbuhnya.

Jangan sampai ada yang merusak tahapan. Apalagi, lanjut dia, dengan cara menunda pelentikan, bisa merusak tatanan demokrasi. Posisi Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim harus ada kepastian.

“Laporan kita terkait Pilkada Jatim sudah diterima oleh Mendagri. Sekarang tinggal pelaksanaan saja, yakni pelantikan,” tukas pria kelahiran Ponorogo ini.@sarifa