LENSAINDONESIA.COM: Panitia seleksi (Pansel) KPU Jawa Timur telah mengumumkan 20 calon anggota KPU Jatim periode 2014-2019. Dari daftar nama itu, hanya empat komisioner lama yang lolos.

Menanggapi hal tersebut, Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) meyakini adanya kongkalikong dalam proses pelaksanaan seleksi yang diikuti oleh 170 pendaftar itu.

Irham Maulidy, Gubernur LIRA Jatim menilai ada kejanggalan dengan diloloskannya empat anggota KPU Jatim. Mereka adalah Andry Dewanto Ahmad, Agung Nugroho, Agus Mahfudz Fauzi dan Nadjib Hamid. Hanya satu komisioner yang tak lolos yakni Sayekti Suindyah.

“Keempat nama itu kan sudah terbukti ‘bermasalah’ dan disanksi oleh DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu). Kok malah nama Sayekti yang direhabilitasi oleh DKPP, justru tak lolos. Pansel ini patut dipertanyakan integritasnya,” ujarnya pada LICOM, Senin (20/1/2014).

Irham juga memaparkan kasus keempat komisioner KPU Jatim. Andry Dewanto Ahmad sebagai ketua pernah disanksi peringatan dua kali oleh DKPP. Kasus penyebaran broadcast message lewat BBM, untuk mendukung Cagub Khofifah Indar Parawansa dan kasus tidak meloloskan Khofifah saat pleno KPU Jatim.

Sedang Agung, Agus dan Nadjib sempat dinonaktifkan sementara oleh DKPP, yang dianggap tidak netral karena dianggap menggajal Khofifah sebagai peserta Pilgub dalam pleno. Kemudian, ketiganya dikembalikan menjadi anggota KPU Jatim setelah Khofifah dinyatakan lolos sebagai peserta Pilgub.

“LIRA Jatim mendesak Pansel KPU Jatim di bawah kepemimpinan Aribowo berani membuka ke publik hasil tes yang telah dilakukan. Ini perlu untuk menjamin kualitas hasil seleksi,” cetusnya.

Sementara, 20 nama calon anggota KPU Jatim yang lolos akan mengikuti tes wawancara pada 24-25 Januari di Hotel Santika Surabaya. Selanjutnya Pansel akan lakukan seleksi lagi hingga menjadi 10 orang, yang nantinya akan diserahkan kepada KPU RI untuk pelaksanaan fit and proper test.@sarifa

Daftar nama 20 calon Anggota KPU Jatim periode 2014-2019, sebagai berikut :

1. Agung Nugroho
2. Agus Mahfudz Fauzi
3. Alimin
4. Andry Dewanto
5. Bagyo
6. Choirul Anam
7. Dima Ahyar
8. Agus Edi Winarto
9. Agus Rofiq
10. Deden Paturohman
11. Eko Sasmito
12. Gogot
13. Hendry
14. Imadoedin
15. Insan Qoriawan
16. Arbayanto
17. Dewita Hayu Shinta
18. Musyafah
19. Nadjib Hamid
20. Nurul Mamnun