Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
MADIUN

Uang nasabah terancam hilang lebih dari 60 persen 

LENSAINDONESIA.COM:  Sejumlah nasabah PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya, di Madiun Protes karena premi yang dibayarkan setiap bulan, sebagian terancam hilang.

Ancaman itu dikarenakan adanya pencabutan izin perusahaan asuransi tersebut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sejak 18 Oktober 2013. Dan yang lebih disayangkan lagi oleh para nasabah, pemberitahuan tentang pencabutan ijin asuransi hanya melalui pesan singkat (SMS).

Ida Alfiyanti, salah satu nasabah mengatakan, selama ini dirinya sudah membayar premi dengan total Rp 16 juta, tapi yang akan dikembalikan hanya Rp 6 juta. Dirinya mempertanyakan nominal premi yang dikembalikan dan menurutnya manajemen meminta no rekening guna mentransfer premi tersebut,

“Kalau saya memberitahukan nomor rekening saya, ya itu tadi manajemen akan membayar, namun tidak sebanding dengan premi yang sudah saya bayar selama ini,”  jelas Ida kepada LICOM (21/1/2014).

Tak hanya itu, masih menurut Ida, manajemen akan membayar preminya yang hanya sekitar 30 persen itu, enam bulan lagi.

Maskur, Pimpinan Cabang PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya Semarang, yang bertanggung jawab di Madiun, saat dihubungi LICOM, membenarkan adanya pencabutan ijin oleh OJK, karena pihak asuransi gagal memenuhi kewajiban penambahan modal sebesar Rp 1,02 triliun, baik melalui asuransi lain maupun melalui pemegang saham.

Terkait banyaknya nasabah yang tidak mau memberikan nomer rekening, Maskur menjelaskan, bahwa pihaknya tidak memaksa dan akan ditindaklanjuti oleh OJK.

“Kewajiban untuk membayar klaim-klaim semua berkisar Rp 1,02 triliun. Jadi kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban itu sekitar 140 persen. Dan diambil suatu kebijakan bahwa perusahaan hanya sanggup membayar kurang lebih 50 persen kepada nasabah,” jelas Maskur kepada LICOM selasa (21/1/2014).

Selain tidak dapat membayar kewajiban negara, pencabutan ijin juga dikarenakan banyaknya komplain dari nasabah ke OJK, karena pembayaran klaim lambat. Sehingga OJK melakukan audit ke kantor-kantor cabang dan ditemukan anyaknya keterlambatan pembayaran klaim asuransi.@dhimas_adi