LENSAINDONESIA.COM: Pengakuan dua terduga teroris Surabaya yang ditangkap beberapa hari lalu, bahwa mereka juga menjadikan polisi sebagai target serangan langsung direspon Sat Sabhara Polrestabes Surabaya.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya, AKBP Gatot Repli Handoko langsung memerintahkan anggotanya berlatih menembak malam hari. “Kemampuan menembak anggota kami tingkatkan. Tak hanya dilatih menembak siang hari, mereka juga dilatih menembak malam hari,” terang mantan perwira Densus 88 Anti Teror ini.

Menurut AKBP Gatot Repli Handoko, berdasarkan pengalaman yang sudah terjadi, aksi penembakan terhadap polisi yang dilakukan teroris, dilakukan pada malam hari. Karena itu, dibutuhkan kemampuan menembak pada malam hari.

“Dalam latihan menembak itu, penerangan hanya menggunakan senter. Dalam keadaan gelap, anggota dilatih siaga. Begitu lampu senter dihidupkan, mereka harus menembak sasaran,” ulas AKBP Gatot Repli Handoko. @rofik