LENSAINDONESIA.COM: Hari besar Imlek tinggal seminggu lagi, tepatnya 31 Januari mendatang. Warga Tionghoa di Jakarta mulai memburu pernak-pernik atau simbol-simbol Imlek di tahun Shio Kuda kayu ini. Seperti lampion yang ramai dipasarkan di pusat-pusat pertokoan di Jakarta, misalnya Glodok, Jakarta Pusat.

Sebagaimana pemandangan Kamis (23/1/14), berbagai bentuk dekorasi dan ukuran lampion dipajang di pusat perbelanjaan masyarakat Tinghoa yang sudah sangat populer sejak zaman penjahan Belanda ini. Para pembeli memilih sesuai selera.

Pernak-pernik lain di tahun kuda kayu ini, selain menawarkan berbagai jenis lampion, juga berbagai jenis amplop “angpao” yang biasa diisi uang dan dibagikan antar keluarga saat perayaan Imlek. Juga kue-kue Implek. Simbol-simbol itu juga seperti memperkuat tradisi Cina yang mempercayai bahwa Shio Kuda Kayu menandakan tahun sulit keuangan. Kondisi ini, konon, dipercayai biasanya dialami mereka yang ber-shio tikus dan ayam. Karena dua jenis binatang ini sangat dibenci.

Dulu, untuk lampion yang terbuat dari kertas berwarna merah ini diisi lilin atau lampu minyak. Ada pula yang berupa sutera. Tapi, kini cahayanya bervariasi ada yang dari baterai, ada juga yang menggunakan lampu listrik.

Harga lampion di pusat perbelanjaan ini pun beragam. Dari mulai yang termurah Rp5 ribu sampai yang paling mahal mencapai Rp650 ribu. Harga ini ada yang naik sampai 50 persen dibanding tahun lalu. Sayangnya, pedagang-pedagang di situ enggan diwawancarai soal berapa persen keuntungan yang didapat dari harga yang beragam itu. @Faizal_Fanani